Breaking News:

Polisi Diteror

Kata Fadli Zon, Tidak Ada Hubungannya Polisi Ditusuk dengan Belum Selesainya Revisi UU Terorisme

Fadli menambahkan, pasal Guantanamo juga diperdebatkan antara DPR dengan pemerintah di revisi UU Pemberantasan Terorisme.

Penulis: | Editor: Yaspen Martinus
KOMPAS.com/Nabilla Tashandra
Fadli Zon 

WARTA KOTA, SENAYAN - Wakil Ketua DPR Fadli Zon mengatakan, tidak ada hubungannya dua anggota Brimob ditusuk dengan belum selesainya pembahasan revisi Undang-undang Terorisme.

Karena, aksi teroris sudah marak terjadi jauh sebelum adanya revisi UU tersebut.

"Terorisme sudah ada, tidak ada hubungan kejadian ini dan belum selesainya RUU. Itu cara berpikiran orang tidak cerdas kalau berpikiran seperti itu," ujar Fadli di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Baca: Penusuk Dua Anggota Brimob di Masjid Falatehan Lone Wolf

Fadli menambahkan, UU Pemberantasan Terorisme sudah ada sejak dahulu. Namun, baru sekarang dilakukan revisi antara pemerintah dengan DPR.

"Sekarang saja sudah ada UU itu, yang sekarang revisi terhadap UU Pemberantasan Teroris," kata Fadli.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra itu memaparkan, pembahasan sedang terjadi pada salah satu pasal RUU Pemberantasan Terorisme, salah satunya keterlibatan aparat TNI dalam memberantas terorisme di dalam negeri.

Baca: Penikam Dua Polisi di Masjid Falatehan Pedagang Kosmetik

"Masih ada yang perlu dibicarakan, soal keterlibatan TNI," ucapnya.

Fadli menambahkan, pasal Guantanamo juga diperdebatkan antara DPR dengan pemerintah di revisi UU Pemberantasan Terorisme. Karena pasal tersebut, orang yang belum tentu melakukan aksi teroris bisa ditahan.

"Satu pasal Guantanamo, orang ditahan seenaknya tanpa proses hukum. Bagaimana itu tidak bertentangan dengan HAM. Masih banyak yang dibicarakan DPR dan pemerintah," tutur Fadli. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved