Breaking News:

Banyak Warga Belum Rekam KTP Elektronik, Tjahjo Kumolo Mengaku Ditegur Jokowi

Sebab, kata dia, masih ada sekitar 2,5 persen masyarakat yang sudah wajib memiliki KTP, tidak melakukan perekaman.

Warta Kota/Rangga Baskoro
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo saat konferensi pers di Kantor Kemendagri, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (9/5/2017). 

WARTA KOTA, PALMERAH - Dalam rapat internal pejabat Kementerian Dalam Negeri, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo mengaku telah ditegur oleh Presiden Joko Widodo terkait e-KTP.

Sebab, kata dia, masih ada sekitar 2,5 persen masyarakat yang sudah wajib memiliki KTP, tidak melakukan perekaman.

"Saya jujur saja, sudah ditegur oleh Pak Presiden dalam rapat kabinet, karena masalah perekaman e-KTP saat ini yang masih banyak belum dilakukan," ungkapnya saat sambutan, Jakarta, Senin (3/7/2017).

Baca: Nikita Willy Tidak Ingin Dipusingkan Pernikahan

Tjahjo meminta Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk sesegera menyelesaikan masalah tersebut. Terlebih, terdapat dua momen penting di dua tahun mendatang, yaitu Pilkada 2018 dan Pemilu 2019.

Juga meminta kepada masyarakat untuk segera melakukan perekaman, mengingat e-KTP sangat penting bagi masyarakat pada tahun-tahun mendatang, seperti untuk pelayanan rumah sakit, pelayanan administrasi dan jasa lainnya.

"Pentingnya memiliki e-KTP ini harus masif disosialisasikan oleh masyarakat, sehingga dapat segera melakukan perekaman," ucapnya.

Sedangkan untuk pendistribusian, Tjahjo menguraikan saat ini sudah ada tujuh juta blangko e-KTP, dan lima juta di antaranya diperuntukkan bagi warga yang KTP-nya dalam keadaan rusak atau hilang. (Amriyono Prakoso)

Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved