Pengunjung Mulai Risih dan Kesal terhadap Keberadaan PKL di Taman Kota Waduk Pluit

Taman Kota Waduk Pluit menjadi lokasi strategis untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mencari nafkah.

Penulis: | Editor: Gede Moenanto
Warta Kota/ Panji Baskhara Ramadhan
Taman Kota Waduk Pluit yang digagas mantan Gubernur DKI Jakarta, yang sudah menjabat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), membuat pengunjung mengeluhkan kehadiran PKL tersebut. 

WARTA KOTA, PENJARINGAN -- Taman Kota Waduk Pluit menjadi lokasi strategis untuk Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk mencari nafkah.

Di Taman Kota yang digagas mantan Gubernur DKI Jakarta, yang sudah menjabat Presiden RI Joko Widodo (Jokowi), membuat pengunjung mengeluhkan kehadiran PKL tersebut.

"Dulu ya sepi, bebas main sepeda, roller blade dan jogging. Sekarang, malah jalur joggingnya dipakai PKL. Masa, joging di rumput. Banyak PKL jadi sempit, taman juga jadi kotor. Namun, pengunjungnya juga jajannya di PKL-PKL. Jadi, menarik perhatian PKL lainnya juga pasti," jelas Azizah (31), pengunjung taman yang juga warga di Kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) di Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (4/7/2017).

Tak hanya PKL, Azizah juga mengatakan, mulai marak sampah makanan ringan jenis plastik di area-area rumput taman.

"Padahal, ada plang imbauan ya, agar bisa jaga kebersihan bersama-sama. Seharusnya, kalau Taman Kota-nya mau seperti taman di negara orang gitu ya, bersih, enggak ada sampah pula, ya mau enggak mau usir-usirin dulu PKL-nya di taman ini. Malah jorok mirip pasar malam pak. Jadi muak saya lihatnya pak," kata wanita yang berprofesi karyawan swasta tersebut.

Keberadaan PKL juga dikeluhkan Hartono (40), selaku warga Penjaringan. Dia yang saat ini ke Taman Waduk Pluit, mengaku kecewa lantaran dipenuhi PKL liar.

"Malah kebanyakan PKL-nya mas ya dibanding pengunjungnya. Memang PKL kelihatan bebas pak berdagang, soalnya petugas keamanan di sini juga membiarkan. Jikalau, mau tamannya bagus dan bersih ya jangan berdagang di area Taman Kota Waduk Pluit. Pastinya pedagang-pedagangnya kebanyakan tinggal di seberang Waduk Pluit tuh, yang pemukiman kumuh kan," katanya.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved