DKI Jakarta Perlu Perda Urbanisasi karena Tidak Efektifnya Anggaran Dana Desa

Jakarta ini tidak bisa menolak urbanisasi dan sudah semacam kutukan karena Jakarta ini statusnya sebagai ibu kota.

DKI Jakarta Perlu Perda Urbanisasi karena Tidak Efektifnya Anggaran Dana Desa
Warta Kota/Bintang Pradewo
Arus urbanisasi terus memenuhi DKI Jakarta dan sekitarnya di tengah polemik dana desa yang dianggap hanya jadi bancakan dan tidak menyejahterakan rakyat desa. 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sebagai Ibu Kota negara Indonesia, Jakarta memiliki cukup banyak masalah.

Masalah yang berkaitan dengan penataan kota adalah urbanisasi yang mengakibatkan melonjaknya populasi.

Dari segi pertambahan penduduk tak terlepas dari peran urbanisasi.

Jakarta masih menjadi favorit kaum pedesaan untuk dijadikan lahan mengumpulkan pundi-pundi uang.

Apalagi, saat arus balik lebaran seperti saat ini.

"DKI Jakarta ini tidak bisa menolak urbanisasi dan sudah semacam kutukan karena Jakarta ini statusnya sebagai ibu kota dan salah satu kota besar," ujar Sabam Pakpahan, Direktur Eksekutif Gerakan Manifestasi Rakyat (GAMITRA), saat ditemui wartawan di Jakarta, Minggu (2/7/2017).

Menurutnya, hajatan tahunan bernama mudik dan lebaran telah usai. Masyarakat yang pulang ke kampung halaman untuk menjenguk sanak keluarganya serta silaturahmi dengan tetangganya, harus segera kembali ke tempat asalnya bekerja.

Di antara mereka ada pula merintis dan berjuang kembali mencari penghasilan di Jakarta.

Dalam konteks ini, ada satu hal yang mesti menjadi perhatian pemerintah,yakni arus urbanisasi.

"Penduduk di Jakarta ini sebenarnya tidak banyak, siang hari 13,5 juta dan malam itu 10 juta orang dan Jakarta kewalahan dengan jumlah seperti itu," jelasnya.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved