Rabu, 22 April 2026

Satu Keluarga Korban Longsor Mendapatkan Tempat Kontrakan Sementara

Satu keluarga yang tinggal di satu rumah yang mengalami kerusakan paling parah, terpaksa dievakuasi sementara dan tinggal di rumah lain.

Penulis: Budi Sam Law Malau |
Warta Kota/Soewidia Henaldi
Ilustrasi. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Lima rumah di Jalan Bulak Timur, RT 8, RW 10, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Kota Depok, dilanda longsor akibat hujan deras, Kamis (29/6/2017) malam.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, satu keluarga yang tinggal di satu rumah yang mengalami kerusakan paling parah, terpaksa dievakuasi sementara dan tinggal di rumah lain, sampai rumah mereka yang rusak diperbaiki.

Lurah Cipayung, Herman menuturkan, rumah yang mengalami kerusakan paling parah ditinggali oleh seorang janda beranak satu yakni Andini dan anaknya yang remaja.

"Mereka kami kontrakkan rumah untuk tinggal di rumah itu sementara ini, paling tidak sebulan ke depan. Sebab kalau mereka tetap tinggal di rumah itu, akan sangat berbahaya sekali untuk keselamatannya," kata Herman, usai meninjau lokasi longsor, Jumat (30/6/2017) sore.

Menurut Herman, rumah kontrakkan yang disediakan pihaknya bagj Andini dan anaknya tak terlalu jauh dari rumah mereka yang dilanda longsor.

"Ada satu rumah lagi yang juga rusak parah. Tapi rumah itu memang kosong, karena pemiliknya selama ini tinggal di rumahnya yang lain di Margonda. Kepada yang bersangkutan kami beritahukan untuk tetap tinggal dulu di Margonda, supaya rumah di Cipayung ini jangan ditinggali dulu," kata Herman.

Sementara, untuk rumah lain yang dilanda longsor dan masih ditempati, pihaknya bersama warga mencoba menopang rumah dengan bambu dan bahan seadanya untuk keamanan sementara.

Meski begitu, Herman menghimbau mereka tetap waspada terutama saat hujan turun melanda wilayah mereka.

Herman menjelaskan, untuk tindakan awal saat ini, pihaknya akan mengupayakan saluran air yang terbendung di bagian belakang ke lima rumah yang longsor, untuk diperbaiki dan disalurkan ke lahan di bawahnya.

Sebab, kata dia, longsor terjadi salah satunya karena saluran air yang terbendung, selain memang kontur tanah di sana sangat labil.

"Perbaikan dan pembukaan saluran air ini, untuk mencegah kemungkinan terjadinya longsor susulan, apabila hujan kembali turun," kata Herman di lokasi longsor, kepada Warta Kota, Jumat sore.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya akan menginventarisir kerusakan di lima rumah tersebut, sebelum pihaknya berkordinasi dengan Camat setempat untuk mengajukan bantuan dan penanganan peristiwa longsor ini oleh dinas terkait.

"Rata-rata kerusakan di lima rumah yang terkena longsor ini adalah di bagian dapur dan memang, di dua rumah kerusakan sangat parah, karena dapur yang amblas juga membuat bangunan tengah rumah tertarik dan bisa longsor juga, bahkan sampai ke bangunan depan rumah," katanya.

Herman mengaku sudah menginformasikan peristiwa longsor ini ke sejumlah dinas terkait meski baru melalui pesan aplikasi smartphone dan belum merupakan laporan resmi. 

Dadi Jayadi, warga sekitar yang merupakan Ketua RT 2, RW 10, Cipayung, menuturkan longsor yang melanda ke lima rumah tersebut, terjadi di tengah hujan intensitas sedang yang tengah mengguyur wilayah Depok, Kamis malam.

Longsor itu menggerus bagian belakang atau dapur ke lima rumah, sehingga amblas ke tanah di bawahnya.

Kondisi ke lima rumah yang longsor katanya memang berada di wilayah yang kontur tanahnya berundak dan labil.

"Dari lima rumah yang terkena longsor, tiga rumah rusak berat, dan dua rumah lainnya rusak sedang," kata Dadi kepada Warta Kota, Jumat (30/9/2017).

Menurutnya, sampai Jumat (30/6/2017) ini, belum ada penanganan dari pihak terkait, baik untuk mengatasi rumah yang rusak atau mencegah longsor susulan kembali terjadi.

"Namun, Pak Lurah bersama saya sudah turun dan melihat lokasi rumah yang terkena longsor. Dari sana akan diupayakan untuk melakukan tindakan darurat terkait," kata Dadi.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved