Minggu, 19 April 2026

Lebaran 2017

Jasa Pengerah Tenaga Kerja Mulai Kebanjiran Order Tapi Kekurangan Naker

Kalau untuk pengasuh bayi dan perawat, besaran gajinya bukan hanya tergantung pengalaman, tapi juga usia dan kondisi bayi maupun lansia yang dirawat.

Penulis: |
Warta Kota/Ichwan Chasani
Suasana di PT Kanopi Insan Sejahtera, perusahaan pengerah jasa tenaga kerja di Jalan Perikani Raya Nomor 1 B, Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (28/6//2017). Perusahaan ini menyiapkan tenaga perawat home care, asisten perawat, dan pengasuh bayi. 

WARTA KOTA, CIPAYUNG - H+3 Lebaran, sejumlah pengelola jasa pengerah tenaga kerja mulai mendapatkan permintaan untuk tenaga kerja pengasuh bayi (baby sitter), pembantu rumah tangga (PRT), dan perawat lansia.

Namun beberapa jasa pengerah tenaga kerja masih kekurangan tenaga kerja karena umumnya para pekerja itu belum kembali dari mudik.

Nyonya Ambar, salah satu pengelola LPK Kharisma Jaya mengatakan, permintaan tenaga kerja untuk jenis pekerjaan pembantu rumah tangga, pengasuh bayi dan perawat lansia di lembaga yang dikelolanya itu saat ini sudah cukup banyak.

“Saya katakan banyak itu sudah lebih dari 10. Padahal hari ini kami baru mulai buka setelah libur tiga hari,” ungkapnya menjawab Warta Kota, Rabu (28/6/2017).

Lembaga Pelatihan Kerja yang beralamat di Jalan Manunggal II Nomor 60 RT3/RW1, Ceger, Cipayung, Jakarta Timur itu, pada masa menjelang Lebaran mendapatkan permintaan jasa infal hingga 50 orang lebih.

Untuk jasa infal tersebut, minimal 10 hari hingga maksimal 2 pekan. Tarifnya Rp200 ribu—Rp350 ribu per hari, atau Rp3 juta hingga Rp6 juta untuk sistem paket.

“Untuk tenaga pembantu rumah tangga, perawat lansia, maupun pengasuh bayi yang permanen, saat ini baru ada tiga tenaga kerja yang sudah standby, karena kebanyakan masih belum pulang dari mudik,” kata Ambar.

Ambar menjelaskan, LPK tersebut mendidik tenaga kerja terampil dari lulusan SMP, SMA, bahkan lulusan Akademi Keperawatan. Pengguna jasa akan mendapatan garansi tiga bulan dengan membayar biaya administrasi sebesar Rp2 juta. Gaji tenaga kerja yang diminta pengguna jasa besarannya bervariasi.

Untuk jenis pekerjaan pembantu rumah tangga misalnya, gaji mereka di kisaran Rp1,5 juta hingga Rp2 juta, tergantung tingkat ketrampilan dan pengalaman masing-masing tenaga kerja. Sementara untuk tenaga baby sitter dan pengasuh manula, gajinya berkisar Rp2,25 juta hingga Rp4 juta.

“Kalau untuk pengasuh bayi dan perawat, besaran gajinya bukan hanya tergantung pengalaman, tapi juga usia dan kondisi bayi maupun lansia yang dirawat. Untuk mereka yang dibekali ketrampilan khusus seperti lulusan Akademi Keperawatan, gajinya bisa Rp4 juta lebih, antara Rp5 juta hingga Rp6 juta per bulan,” beber Ambar.

PT Kanopi Insan Sejahtera, perusahaan pengerah jasa tenaga kerja yang berkantor pusat di Jalan Perikani Raya Nomor 1 B, Cipinang, Jakarta Timur juga mulai banyak mendapatkan order. Perusahaan yang berdiri sejak 2002 ini menyediakan jasa tenaga perawat home care (PHC), asisten perawat (care giver), pengasuh bayi, dan day care.
Perusahaan ini tidak menyediakan jasa pembantu rumah tangga bagi klien-nya.

“Pengguna jasa kami biasanya lebih dulu dirawat di rumah sakit, dari rumah sakit itulah mereka mendapatkan informasi layanan kami. Mereka juga bisa pesan lewat media sosial yang kami aktifkan, atau datang langsung ke kantor pusat. Sampai saat ini sudah mulai banyak pesanan, tapi saya tidak hafal jumlahnya,” ungkap Ignatius Suharyono, Team Corporate—Recruit PT Kanopi Insan Sejahtera, Rabu (28/6/2017).

Setiap tahunnya, kata Suharyono, perusahaan itu harus menyiapkan jasa tenaga kerja hampir 500 orang untuk asisten perawat (care giver), 150 orang untuk jasa perawat, dan 150 orang untuk pengasuh anak. Sebelum lebaran, 2-3 bulan sebelumnya, pihak perusahaan telah mengantisipasi adanya tambahan tenaga kerja untuk mengisi kekosongan bagi mereka yang mengambil cuti lebaran.

“Di luar tenaga kerja yang sudah permanen, khusus momen Lebaran, di internal kami siapkan sekitar 50-60 tenaga kerja baru. Selain itu masih ada tambahan dari eksternal sekitar 20-30 orang,” bebernya.

Suharyono menyatakan, setiap pekerja yang disediakan perusahaan itu minimal akan mendapatkan gaji sesuai upah minimum regional (UMR). Namun yang perlu diingat karena tenaga kerja itu tinggal serumah dengan klien, maka biaya makan, tempat tinggal, dan transport tidak perlu lagi karena sudah ditanggung keluarga pasien.

“Gaji tenaga kerja kami itu based on skill, bukan based on certificate. Walau pun punya ijasah perawat, tetap kami latih disini untuk memastikan bahwa yang bersangkutan benar-benar bisa diandalkan. Tergantung dia junior, atau senior. Angkanya antara Rp3 juta hingga Rp10 juta. Bahkan ada yang per hari Rp600 ribu, artinya dia bisa dapat Rp18 juta sebulan,” kata Suharyono.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved