GNPF-MUI Sebenarnya Ingin Bertemu Jokowi Sejak Aksi 411

Aksi bela Islam kembali digelar pada 4 November 2016, atau yang dikenal dengan aksi 411.

GNPF-MUI Sebenarnya Ingin Bertemu Jokowi Sejak Aksi 411
TRIBUNNEWS/NICOLAS MANAFE
Presiden Joko Widodo menerima perwakilan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI), Minggu (25/6/2017) siang. 

WARTA KOTA, TEBET - Pertemuan pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF-MUI) dengan Presiden Joko Widodo pada Minggu (25/6/2017) lalu, bukanlah pertemuan yang digelar dadakan.

GNPF awalnya dibentuk untuk mengawal fatwa MUI tentang penistaan agama yang dilakukan Basuki Tjahaja Purnama alias (Ahok), yang menyinggung soal Surat Al Maidah.

GNPF akhirnya menggagas aksi bela Islam, yang pertama kali digelar pada Oktober 2016.

Aksi bela Islam kembali digelar pada 4 November 2016, atau yang dikenal dengan aksi 411. Tidak pasti berapa banyak yang ikut aksi tersebut, namun wilayah seputaran monas, hingga kawasan Jalan MH Thamrin, penuh dengan peserta aksi, hingga akhirnya jadi sorotan internasional.

Baca: Politikus Partai Gerindra Berharap GNPF-MUI Jangan Tidak Kritis Lagi Setelah Bertemu Jokowi

Permintaan peserta aksi saat itu adalah bertemu Presiden. Namun Presiden tidak ada di Istana Negara, karena melakukan inspeksi mendadak ke Bandara Soekarno-Hatta.

Perwakilan pemerintah yang menerima mereka adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla.

"Dari (aksi) 411 ketika unjuk rasa, (kami) ingin sekali bertemu dengan Presiden, tapi takdir Allah (tidak mengizinkan)," ujar Ketua GNPF-MUI Bachtiar Nasir, dalam konferensi pers di Kantor AQL Islamic Center, Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2017).

Setelah aksi 411, Ahok yang saat itu berstatus Gubernur DKI dan tengah mencalonkan diri lagi di Pilkada DKI Jakarta 2017, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Mabes Polri, atas kasus penistaan agama.

Baca: Bagaimana Kelanjutan GNPF-MUI Usai Ahok Divonis Dua Tahun Penjara? Ini Kata Bachtiar Nasir

Halaman
123
Penulis: z--
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved