Sabtu, 9 Mei 2026

Mudik 2017

Butuh Waktu 20 Jam Taklukan Jalur Nagreg

Setelah itu, pemudik pun harus berhadapan dengan kemacetan di daerah Limbangan, Malangbong, hingga Ciawi.

Tayang:
Editor: Murtopo
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Sejumlah kendaraan pemudik terjebak antrean panjang saat melintasi jalur Nagrek, Bandung, Jawa Barat, Kamis (22/62017) malam. H-3 Jelang Lebaran, Lalunlintas pemudik mulai padat hingga yak bergerak. Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha 

Laporan WARTAKOTALIVE.COM, ARIE PUJI WALUYO‬‬

WARTA KOTA, PALMERAH - Butuh waktu sekitar 20 jam bagi pemudik yang ingin pulang menuju kampung halamannya, di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, dari mulai Gerbang Tol (GT) Bambu Apus, Bekasi, Jawa Barat.

Melintasi GT Bambu Apus pada Kamis (22/6/2017) pukul 21.00 WIB, pemudik sudah mendapati kepadatan lalu lintas di jalan tol mengarah Jakarta menuju Cikampek, Purwakarta, Bandung, Cileunyi.

Bahkan, kemacetan fase pertama yang bermula dari GT Bambu Apus, sampai dengan KM 39 Cikarang, Bekasi, Jawa Barat. Tampak terlihat banyaknya kendaraan yang berhenti dibahu jalan untuk beristirahat karena kelelahan membawa kendaraan roda empatnya, pada KM 25 hingga KM 39.

Bahkan, pada Jumat (23/6/2017) sekitar pukul 03.00 WIB, 2 KM menuju Rest Area KM 39 pun sudah menumpuk mobil pemudik yang beristirahat, seakan terlihat jalan tol seperti parkiran liar saja di Kota-Kota besar.

Butuh waktu sekitar satu jam bagi pemudik untuk sampai ke Rest Area 39 dan mendapatkan parkiran untuk beristirahat, karena sudah dipadati oleh pemudik lainnya yang sudah tiba duluan.

Karena sangkin banyaknya pemudik yang beristirahat di rest area KM 39, arus lalu lintas pun sudah mulai lancar.

Perjalanan menuju GT Cileunyi rupanya hanya membutuhkan waktu 2 jam saja, ketika pemudik yang mulai berjalan dari Rest Area KM 39 pukul 06.00 WIB.

Pukul 08.00 keluar GT Cileunyi hingga menuju Jalan Raya Rancaekek, Bandung, Jawa Barat rupanya masih lancar. Kendaraan pun mulai tersendat 5 KM sebelum memasuki lingkar Nagreg, Garut, Jawa Barat.

Kepadatan kendaraaan hanya dalam satu arah saja, dari Nagreg menuju Limbangan, Malangbong, Ciawi, dan Tasikmalaya, yang tidak hanya berisi kendaraan roda empat, melainkan dipadati oleh kendaraan roda dua yang mayoritas dari Jakarta, serta membawa barang-barang yang cukup banyak dalam satu motor.

Terlihat juga para pengemudi roda dua yang memaksakan membawa satu keluarganya dengan satu sepeda motor.

Terlihat terdapat beberapa motor yang menumpuk tiga orang dalam satu kendaraan, serta ditambah dengan barang bawaan.

Ruas jalanan yang bisa dilintasi oleh tiga jalur kendaraan roda empat ini padat dikarenakan volume kendaraan yang padat, serta jalanan yang menanjak dan turunan berliku harus dihadapi oleh pemudik di Jalur Mudik Selatan.

Polisi lalu lintas juga mengarahkan para pengemudi untuk melintasi jalur Singaparna, Garut dan mengarah ke Kota Tasikmalaya.

Saat sudah berada di Nagreg, para pengemudi sangat berhati-hati karena ditakutkan berbenturan dengan kendaraan besar seperti Truk dan Bis dari lawan arah atau dari Tasikmalaya menuju Jakarta.

Pemudik juga disajikan dengan mogoknya bis Antar Kota dan Antar Provinsi yang membawa pemudik ke kampung halamannya masing-masing, dengan melintasi Jalur Nagreg.

Kemudian, terdapat kecelakaan di jalur Nagreg. Cuman dengan sigap para petugas langsung membereskan bekas kecelakaan, karena tidak terlalu parah peristiwa tersebut.

Pemandangan hijau yang dikelilingi oleh hutan-hutan ini memang disajikan oleh Lingkar Nagreg saat bermudik.

Tetapi, tidak sediikit terjadinya kecelakaan karena jalur berliku, kurang konsentrasi, dan juga dimanjakan oleh pemandangan lintas Nagreg.

Pemudik butuh waktu sekitar lima jam untuk bisa lepas dari kemacetan jalur Nagreg.

Tetapi setelah itu, pemudik pun harus berhadapan dengan kemacetan di daerah Limbangan, Malangbong, hingga Ciawi.

Kemacetan rupanya juga terjadi dikarenakan polisi lalu lintas melakukan buka tutup jalan dari arah Malangbong menuju Nagreg.

Tetapi, buka tutup jalan pun tidak maksimal karena masih terdapat kendaraan roda empat yang berpapasan di Jalur Nagreg menuju Malangbong.

Bagi pengemudi yang kelelahan, sepanjang jalan Nagreg menuju Malangbong hingga Ciawi, banyak sekli tempat-tempat yang bisa dibuat beritirahat untuk pengemudi.

Lalu lintas yang padat dan juga macet pun hanya diatur oleh pihak kepolisian lalu lintas yang berada di sisi jalan saja.

Bahkan, ada kecelakaan kecil pun pihak kepolisian hanya berdiam diri saja, saat kecelakaan kecil terjadi di wilayah Malangbong, Garut, Jawa Barat.

Kemacetan sudah mulai berkurang setelah melewati Ciawi, Garut, Jawa Barat. Setelah Ciawi patokan selanjutnya sebelum Tasikmalaya adalah Gentong.

Dari wilayah Gentong, kendaraan roda empat sudah bisa mengemudikan mobilnya itu dengan kecepatan sekitar 80 km/jam.

Pastinya, meski lancar, para pengemudi harus tetap berhati-hati dan selalu mematuhi apa yang sudah diharuskan dalam mengendarai kendaraan roda empat atau roda dua. (Arie Puji Waluyo/m6).

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved