Baznas Salurkan Zakat Rp 4,1 Miliar

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan dana zakat infak sedekah (ZIS) bidang pendidikan untuk SMP Cendekia Baznas sebesar Rp 4,1 miliar.

Baznas Salurkan Zakat Rp 4,1 Miliar
Direktur Pendistribusian, Pendayagunaan, Renbang dan Diklat Nasional Baznas, M Nasir Tajang menyerahkan secara simbolis penyaluran dana ZIS bagi operasional SMP Cendekia Baznas kepada Kepala Sekolah SMP Cendekia Baznas, Sri Nurhidayah, di Jakarta, Kamis (22/6/2017). 

WARTA KOTA, TEBET-Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) akan menyalurkan dana zakat infak sedekah (ZIS) di bidang pendidikan bagi operasional SMP Cendekia Baznas sebesar Rp 4,1 miliar.

Sektor pendidikan menempati urutan kedua terbesar untuk penyaluran ZIS tahun ini.

Direktur Pendistribusian, Pendayagunaan, Renbang dan Diklat Nasional Baznas, M Nasir Tajang mengatakan bahwa sektor pendidikan menjadi salah satu sektor prioritas Baznas untuk menyalurkan ZIS.

Pada 2017 alokasi sektor pendidikan sebesar 25 persen dari total penyaluran ZIS, atau menempati urutan kedua setelah sektor ekonomi sebesar 45 persen.

Sementara untuk sektor kesehatan, dakwah dan advokasi, serta sektor kemanusiaan masing-masing sebesar 10 persen.

Tahun 2016, kata dia, perolehan zakat Baznas mencapai Rp111 miliar. Namun target 25 persen penyaluran sektor pendidika saat itu belum tercapai seluruhnya, baru sekitar 18 persen. Alokasi 25 persen untuk sektor pendidikan itu menjadi kebijakan nasional, bukan hanya berlaku bagi Baznas pusat, namun juga Baznas provinsi dan Baznas Kabupaten/Kota.

"Tahun 2017 ini, kami kembali akan mengalokasikan sekitar Rp 4,1 miliar bagi SMP Cendekia Baznas di Kabupaten Bogor," ungkapnya kepada media di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (22/6/2017).

Penyaluran dana ZIS sebanyak Rp4,1 miliar itu akan diwujudkan dalam bentuk dana operasional, pengadaan laboratorium, ekstra kurikuler, termasuk biaya hidup bagi semua siswa selama satu tahun. Dari 96 siswa yang ada di sekolah itu, 72 orang adalah anak yatim piatu.

Menurut Nasir, salah satu "pekerjaan rumah" dalam mengurai masalah kemiskinan adalah sektor pendidikan.

Salah satu alasan mengapa SMP Cendekia Baznas didirikan adalah karena bagi kalangan kurang mampu, saat ini masih ada ketimpangan kualitas pendidikan.

"Aspek lain kenapa SMP ini didirikan adalah, kami juga prihatin melihat kondisi moralitas pelajar kita. Jadi SMP ini tidak hanya mengejar prestasi akademik, tapi ada target bagaimana siswa memiliki akhlak dan karakter yang baik," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis:
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved