Breaking News:

Kemenperin Bantu Fasilitasi dan Promosikan Produk IKM Betawi

Kemenperin memfasilitasi penyelenggaraan pameran produk-produk unggulan khas Betawi yang diikuti para pelaku IKM (Industri Kecil dan Menengah)

Istimewa
Dirjen Industri Kecil dan Menengah Kemenperin, Gati Wibawaningsih, membuka pemaeran 'Gelar Produk IKM Unggulan Provinsi DKI Jakarta 2017' di Plasa Pameran Industri Gedung Kemenperin, Jalan Gatot Subroto Jakarta, Senin (19/6) 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memfasilitasi penyelenggaraan pameran produk-produk unggulan khas Betawi yang diikuti para pelaku industri kecil dan menengah (IKM) yang berada di bawah binaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

"Kami mencatat, IKM yang ada di Jakarta sebanyak 4.815 unit usaha dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 20.494 orang," kata Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih pada pembukaan Gelar Produk IKM Unggulan Provinsi DKI Jakarta 2017 di Plasa Pameran Industri, Kemenperin, Jakarta, Senin (19/6).

Gelar Produk IKM Unggulan Provinsi DKI Jakarta 2017, menampilkan berbagai produk khas betawi mulai dari fesyen dan aksesoris, makanan dan minuman, serta kerajinan. Pameran yang diikuti 40-an peserta ini dimulai pukul 09.00-16.00 WIB.

Menurut Gati, IKM di Jakarta memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan. “Mereka juga menjadi barometer bagi daya saing IKM di daerah-daerah,” ujarnya.

Untuk itu, katanya, pameran itu dapat menjadi ajang untuk memperkenalkan produk lokal berkualitas kepada masyarakat luas.

"Jadi pameran-pameran offline semacam ini harus terus dilakukan, di samping pameran atau penjualan secara online," ungkapnya.

Gati juga meyakini, dengan terus mempromosikan produk IKM, bisnis mereka diharapkan kian ekspansif dan jumlah unit usahanya dapat meningkat sehingga menyerap lebih banyak tenaga kerja baru.

Guna memacu produktivitas dan daya saing IKM nasional, Kemenperin telah melakukan pembinaan melalui fasilitasi pelatihan dan pemberian bantuan mesin atau peralatan.

Kemenperin juga memperkenalkan sarana digitalisasi IKM agar mampu mempromosikan produk secara lebih luas dan mudah dengan biaya yang efisien.

“Selain perluasan akses pasar IKM di marketplace,kami juga telah membangun infrastruktur jaringan internet di setiap sentra-sentra IKM seluruh Indonesia untuk mendorong mereka terus mengembangkan produk kreativitasnya dan merubah cara pemasaran menjadi lebih efesien,” papar Gati.

Oleh karena itu, Kemenperin meluncurkan program e-smart IKM sebagai sistem database yang tersaji dalam profil industri, sentra, dan produk. E-smart IKM akan diintegrasikan dengan berbagai marketplace yang sudah ada sehingga dapat memberikan manfaat bagi perluasaan pasar IKM melalui promosi online.

“E-smart IKM mengusung sembilan komoditas unggulan yang akan dikembangkan di marketplace antara lain, kosmetik, fashion, makanan, minuman, kerajinan, perhiasan, furniture, herbal dan produk logam,” sebut Gati.

Editor:
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved