Pejalan Kaki Kesulitan Berjalan Menembus Kemacetan di Dekat Stasiun Sentiong
Pengguna kendaraan terpaksa melewati gang-gang sempit untuk menuju ke arah Jalan Kramat Sentiong, seperti di Jalan Kramat Pulo Dalam Buntu dan Kramat
Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Rangga Baskoro
WARTA KOTA, SENEN -- Masyarakat yang tinggal di sekitar Jalan Kramat Pulo Dalam Buntu di sekitar Stasiun Sentiong mengeluhkan menggludaknya arus lalu lintas di sekitar permukiman warga sebagai buntut ditutupnya perlintasan sebidang di Pasar Gaplok.
Pengguna kendaraan terpaksa melewati gang-gang sempit untuk menuju ke arah Jalan Kramat Sentiong, seperti di Jalan Kramat Pulo Dalam Buntu dan Kramat Pulo Dalam II.
Hal tersebut menyebabkan kemacetan parah di sekitar area tersebut.
Pantauan Warta Kota, semua kendaraan bermotor dari arah Jalan Kembang Sepatu yang hendak menuju Jalan Tanah Tinggi 1 terpaksa berputar melewati Jalan Kramat Pulo Dalam Buntu. Padatnya kendaraan di Jalan Kramat Pulo Dalam Buntu menyebabkan pejalan kaki kesulitan untuk menembus jejeran motor yang lajunya terhenti.
"Jalan saja susah, mau lewat mana nih?" tutur Sri (41), seorang warga Kramat Sentiong di Jalan Kramat Pulo Dalam Buntu, Jumat (16/6).
Ia menuturkan antrean kendaraan di Jalan Kramat Pulo Dalam Buntu akan berhenti di atas jam 21.00, ketika arus lalu lintas sudah mulai sepi.
"Ini sampai jam 9 malam. Kalau tertahan disini, bisa satu jam baru bisa keluar menuju Jalan Kramat Sentiong," ungkapnya.
Warga lain, Ismail (48), menuturkan daerah di sekitar Jalan Kramat Pulo Dalam Buntu mulai mengalami kemacetan pasca penutupan perlintasan sebidang di Pasar Gaplok lantaran kecelakaan yang terjadi pada Selasa (13/6) lalu.
"Gara-gara ditutup tuh pintu keretanya (di Pasar Gaplok). Makanya pada lewat sini," cetusnya. (m8)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170616pejalan-kaki-kesulitan-berjalan-menembus-kemacetan-di-dekat-stasiun-sentiong_20170616_183406.jpg)