Selasa, 21 April 2026

Replika Mimbar Masjid Al-Aqsa Palestina Buatan Orang Jepara

"Saya sangat senang dan bangga bisa terlibat dalam proses replikasi mimbar ini, yang membuat saya bisa langsung mendatangi dan salat di masjid Al Aqsa

Editor: Ahmad Sabran
istimewa
para pengukir mimbar masjid Al Aqsa bersama aktivis Adara Relief Indonesia 

WARTA KOTA, JAKARTA-   Proses replikasi mimbar Nuruddin Zanki dalam masjid Al-Aqsha  yang dibakar Israel tahun 1969, ternyata melibatkan lima orang pengukir kayu dari Jepara, Indonesia. Adara Relief International sebagai LSM yang peduli pada urusan Palestina langsung mencari tahu keberadaan warga Jepara yang terlibat dalam proses replikasi yang membutuhkan waktu selama empat tahun tersebut (2003-2007). 

Para pengukir tersebut adalah Abdul Mutholib, Zaenal Arifin, Ali Ridho, Sarmidi, dan Mustafid Dinul Azis. Dalam pertemuan di Jepara itu, mereka menceritakan semuanya ke Ketua Adara Relief International, Nurjanah Hulwani. Mimbar untuk khotbah itu dikerjakan selama empat tahun di Yordania dan dirangkai selama 10 hari di Masjidil Aqsa.  Zaenal mengatakan, dalam proses replikasi mimbar di Jordan selama empat tahun, para pembuat replika mimbar mendapat kunjungan dari wakil pemerintahan negara-negara yang ikut terlibat.

"Ada dari Turki, Yordania, dan Aljazair. Kami selalu ditanya oleh teman-teman dari dua negara itu dengan pertanyaan yang tidak bisa kami jawab, mana wakil pemerintah Indonesia?" kata Zaenal dikutip dari Antara, Kamis (15/6/2017). Abdul Mutholib mengaku bahagia bisa tinggal 10 hari di lingkungan Masjid Al Aqsa, Yerusalem, untuk memasang potongan-potongan ukiran mimbar. 

"Saya sangat senang dan bangga bisa terlibat dalam proses replikasi mimbar ini, yang membuat saya bisa langsung mendatangi dan salat di masjid Al Aqsa," kata Abdul.

Dia pun menceritakan pengalaman saat ditahan di perbatasan Yordania dan Israel. "Ada kisah yang sedikit mendebarkan ketika kami ditahan di perbatasan. Semua potongan-potongan ukiran yang berjumlah 16.300 keping yang terbungkus rapi masing-masing dalam kertas anti-api dan diangkut dengan menggunakan enam mobil, dibongkar satu persatu untuk alasan keamanan," ujar Abdul.

"Jadi, sebelum dibungkus dan diangkut, pihak Israel sudah ikut mengawal sejak di Jordan dengan memfoto satu persatu kepingan ukiran dan kembali membongkarnya di perbatasan untuk mencocokkan kesamaan kepingan yang di Jordan dengan yang ada di perbatasan. Bisa dibayangkan betapa melelahkan dan merepotkan serta mendebarkan bagi kami proses tersebut," kata Abdul.

Ketua Adara Relief International Nurjanah Hulwani bersyukur bisa bersilaturahim dengan Abdul Mutholib, Zaenal Arifin dan Ali Ridho. "Ini adalah pertemuan yang membahagiakan sekaligus mengharukan bagi saya karena bapak-bapak ini sudah kami cari sejak lama. Semoga kita umat Islam bisa segera salat di masjid Al Aqsa dalam kondisi Palestina merdeka seutuhnya," kata Nurjanah.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved