Selasa, 7 April 2026

Ironis, 50 Persen Peredaran Narkoba Dikendalikan dari Dalam Lapas

Sungguh ironis. BNN menemukan 50 persen peredaran narkoba di negeri ini dikendalikan dari dalam lapas.

Warta Kota/Joko Supriyanto
Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, CAWANG -- Beberapa waktu lalu Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap kasus narkoba yang dikendalikan dari dalam lapas.

Bahkan para narapidana ini dengan leluasanya melakukan transaksi di dalam lapas.

Tidak hanya itu, dalam penulusuran Intelejen BNN diketahui jika para narapidana ini difasilitasi dengan ruang mewah dilengkapi CCTV untuk memantau siapa saja yang akan masuk ke ruangan.

"BNN benar-benar serius menangani narkoba, hingga kami pun pengungkapan jaringan lapas, tepi itu kami serahkan ke masyrakat mau percaya atau tidak, tapi jaringan lapas seperti itu," kata Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso di kantornya, Kamis (15/6/2017).

Selain itu, keterangan bahwa lapas selalu kelebihan kapasitas hingga 600 persen dipertanyakan. Hal ini terbukti ketika BNN melakukan pengungkapan jaringan lapas.

"Tapi nyatanya ada yang seperti itu, memiliki ruangan sendiri bahkan dilengkapi dengan tv, dapur, cctv hingga ada yang memelihara ikan arwana, serta memiliki staf. Kalau seperti ini tidak diakui ya silakan, apakah negara akan dibohongi terus seolah-olah ini rekayasa BNN," ucapnya.

Bahkan Budi meyakini bahwa 50 persen peradaran narkoba di negeri ini dilakukan dari dalam lapas.

"Saya berani menyatakan bahwa 50 peredaran narkotika di Repulik Indonesia dikendalikan di dalam lapas. Di dalam lapas itu 70 persen kejahatannya adalah narkotika, 30 persen lainnya yaitu korupsi, teroris, dan kejahatan kriminal biasa. Tapi kejahatan luar biasa seperti narkoba itu penanganannya juga harus luar biasa," jelas Budi.

Ia menambahkan, peredaran narkoba ke Indonesia ini begitu besar, sehingga perang melawan narkoba yang dikobarkan oleh Presiden RI harus didukung penuh.

"Setiap bulan BNN menyelamatkan 100.000 manusia karena dalam setiap bulan BNN menyita 100 kilogram sabu. Sementara itu data yang diperoleh pada 2016 ini narkotika jenis sabu yang masuk ke Indonesia sebanyak 250 ton dan bahan narkotika lainnya 197,6 Ton," katanya. 

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved