Breaking News:

Pemkot Jaksel Terbitkan SP 1 Bagi Warga di Bantaran Ciliwung

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan mengatakan, empat RT yang akan terkena dampak penertiban bangunan akibat percepatan dan normalisasi

Warta Kota/Feryanto Hadi
Petugas saat memberikan Surat Peringatan (SP) 1 untuk empat warga RT di RW012 di Bantaran Kali Ciliwung, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, yang akan terkena penertiban. 

WARTA KOTA, TEBET -- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Jakarta Selatan, telah menerbitkan Surat Peringatan (SP) 1 untuk empat RT di RW012 di Bantaran Kali Ciliwung, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, yang akan terkena penertiban.

SP1 telah dikeluarkan pada Selasa (13/6) dan telah disebarkan kepada para pemilik bangunan.

Kepala Satpol PP Jakarta Selatan Ujang Harmawan mengatakan, empat RT yang akan terkena dampak penertiban bangunan akibat percepatan dan normalisasi Kali Ciliwung tersebut adalah RT.001, RT.002, RT.003 dan RT.004.

Petugas saat memberikan Surat Peringatan (SP) 1 untuk empat warga RT di RW012 di Bantaran Kali Ciliwung, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, yang akan terkena penertiban.
Petugas saat memberikan Surat Peringatan (SP) 1 untuk empat warga RT di RW012 di Bantaran Kali Ciliwung, Kelurahan Bukit Duri, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan, yang akan terkena penertiban. (Warta Kota/Feryanto Hadi)

"Hal itu dalam rangka percepatan penataan atau normalisasi Kali Ciliwung dan menindaklanjuti Instruksi Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan No 28 Tahun 2017," katanya, Rabu (14/6).

Ujang mengungkapkan, pada sosialisasi tahap awal saat mendistribusikan (SP) 1 tersebut, pihaknya dibantu oleh staf dari kelurahan dan kecamatan setempat.

"Sebanyak 361 bidang yang terletak di Bantaran Kali Ciliwung akan ditertibkan dan saat sosialisasi pemberian SP 1 juga berjalan lancar tanpa kendala," tuturnya.

Selain itu, Ujang menjelaskan jika SP 1 yang ia keluarkan berlaku sampai dengan 7x24 jam, terhitung sejak dikeluarkannya surat peringatan tersebut.

Ujang berharap warga sudah mulai mengosongkan tanah dan membongkar bangunannya sendiri.

"Jika tidak didengar, kita akan tingkatkan surat peringatan nya menjadi SP 2 dan jangka waktu yang diberikan tidak lebih dari 3x24 jam," ucapnya.

Ujang juga menegaskan, apabila dalam jangka waktu yang sudah ditentukan warga masih tidak melaksanakannya, maka pihaknya tak segan-segan memberi peringatan terakhir atau mengeluarkan SP 3 dengan batas waktu sehari sebelum pembongkaran dimulai.

"Maka Tim Terpadu Tingkat Kota Administrasi Jakarta Selatan akan melaksanakan pengosongan tanah dan pembongkaran bangunan dengan segala risiko dan akibatnya menjadi tanggung jawab warga," tegasnya.

Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana Kota Bagian Penataan Kota dan Lingkungan Hidup Kota Administrasi Jakarta Selatan Asti mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan sebanyak empat rusun untuk warga RT.001 sampai dengan RT.004.

"Mereka bersedia dipindahkan ke Rusun Rawa Bebek, Komarudin, Pulo Gebang dan Bekasi Km 2," tandasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Administrasi Jakarta Selatan juga sudah mengundang para warga RT001 sampai RT004 di RW 012 untuk menghadiri sosialisasi pada 13 Maret 2017, 16 Maret 2017, dan 12 Mei 2017 yang bertempat di Kelurahan Bukit Duri.

Selain itu, Pemkot Jaksel telah melakukan pengundian rusun pada 15 Maret 2017, 20 Mei 2017, serta 12 Juni 2017. (fha)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved