Cincin Berlian Laku Rp 11 Miliar, Belinya di Pasar Loak Rp 170.000

Sebuah cincin berlian yang dibeli di pasar loak seharga Rp 170.000 ternyata laku Rp 11 miliar saat dilelang di London.

Cincin Berlian Laku Rp 11 Miliar, Belinya di Pasar Loak Rp 170.000
SOTHEBYS/BBC
Berlian inilah yang dibeli seorang warga Inggris di sebuah pasar loak di London. 

WARTA KOTA, PALMERAH-Sebuah cincin berlian yang dibeli di lapak barang bekas seharga 10 poundsterling atau sekitar Rp 170.000, terjual di sebuah balai lelang London dengan harga 656.750 atau sekitar Rp 11 miliar.

Awalnya balai lelang Sotheby's memperkirakan perhiasan itu bisa terjual senilai 350.000 setara Rp 6 miliar.

Namun di luar dugaan, cincin itu ternyata terjual dengan harga dua kali lipat saat lelang digelar Rabu (7/6/2017).

Baca: Batalkan Tunangan dan Tak Kembalikan Cincin Berlian, Wanita Ini Digugat

Saat membelinya di pasar loak London barat, pada 1980-an, si pembeli yakin cincin dengan batu berukuran tak lazim ini sekadar perhiasan imitasi, karena ditumpuk bersama benda-benda lain yang sudah kusam.

Ia tak menyadari cincin yang dikenakannya selama beberapa dasawarsa itu itu memiliki mata berlian 26 karat. Diperkirakan berlian putih berbentuk bantal itu berasal dari abad ke-19.

Jelang acara lelang, staf yang menangani bagian perhiasan di London, Jessica Wyndham, mengatakan sang pemilik memakainya untuk berbelanja, dan juga kegiatan sehari-hari.

"Tak ada seorang pun yang tahu bahwa berlian itu mempunyai nilai intrinsik. Mereka menikmatinya selama ini," ujar Jessica.

Wyndham mengungkapkan pemilik cincin, yang tidak ingin disebutkan namanya, berpendapat bahwa berlian itu bukan batu permata asli karena berada di tumpukan perhiasan yang 'kusam' dan tidak memancarkan kilau berlian.

Setelah sekitar 30 tahun mengenakan cincin tersebut, si pemilik kemudian membawanya ke balai lelang Sotheby setelah seorang pembuat perhiasan mengatakan cincin itu kemungkinan memiliki nilai.

Halaman
12
Editor: Max Agung Pribadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved