VIDEO: Begini Penampakan Konstruksi Tol Depok-Antasari dari Jalan Andara Cinere Depok

Ditargetkan tol di seksi I sepanjang 6,6 km dari Jalan Antasari ke Jalan Andara, sudah akan dibuka untuk umum Oktober 2017 ini.

Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Andy Pribadi
YouTube
Suasana pembangunan konstruksi Tol Depok-Antasari, Kamis (8/6). 

WARTA KOTA, DEPOK -- Pengerjaan Tol Depok-Antasari (Desari) seksi I yang menghubungkan Jalan Antasari hinggga ke Jalan Andara, Pangkalan Jati, Cinere, Depok, terus dikebut sampai Kamis (8/6/2017).

Ditargetkan tol di seksi I sepanjang 6,6 km dari Jalan Antasari ke Jalan Andara, sudah akan dibuka untuk umum Oktober 2017 ini.

Pengamatan Warta Kota di Jalan Andara, Cinere, Depok, Kamis siang konstruksi Tol Desari yang melayang di atas sebagian Jalan Andara, sudah tampak berdiri kokoh.

Ruas konstruksi tol dua arah berdiri di sepanjang sekitar 1,5 km mulai dari Jalan Bango sampai ke sebagian Jalan Andara, Cinere, Depok.

Sejumlah pekerja dengan beberapa alat berat tampak terus merapikan konstruksi tol yang sudah berdiri.

Meski begitu di bagian ujung Jalan Andara di sisi selatan, di mana nantinya ruas tol yang melayang kembali landed pada ground atau kembali menapak tanah di sisi ini, tampak pengerjaannya seperti baru baru dimulai.

Sejumlah tiang beton masih dibiarkan tergeletak di sisi lahan tol yang tadinya pemukiman penduduk dan sudah dibebaskan.

Sejumlah pekerja dengan alat berat masih tampak melakukan pemerataan lahan dan pemadatan tanah. Ada sepanjang sekitar 1 km, ruas tol landed di Jalan Andara ini yang masih berupa lahan tanah merah dan belum sama sekali di beton.

Beberapa pekerja tampak mengoperasikan alat berat untuk mengangkut material konstruksi beton disamping beberapa alat berat lainnya melakukan pemerataan dan pemadatan lahan.

Pemandangan ini bisa dilihat di Jalan Andara mulai dari depan Jalan Pribadi hingga ke Jalan Sungai.

Yayan, warga sekitar di Pangkalan Jati yang rumahnya tidak terkena pembebasan lahan menuturkan di lahan bagian ruas tol yang akan menapak tanah ini, tadinya adalah permukiman penduduk.

"Sudah dibebaskan semua lahannya. Ada ratusan KK yang kena dan sudah dapat ganti rugi tahun lalu. Makanya sekarang lahan diratakan dan dipadatkan," kata Yayan kepada Warta Kota, Kamis siang.

Menurut Yayan, jika dilihat dari progres yang ada, ia pesimis ruas tol Desari seksi I ini bisa dioperasikan Oktober 2017 ini.

"Mas lihat saja pengerjaannya. Sekarang saja baru perataan dan memadatkan lahan. Belum ada pemancangan konstruksi untuk betonisasi di sepanjang sekitar 1 km jalan, dengan lebar sekitar 30 meter. Ya jadi saya pesimislah kalau dibilang Oktober sudah dibuka untuk umum," prediksi Yayan.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved