Pengojek Online Jadi Pengguna dan Pengedar Sabu Demi Kuat Bekerja

Dari tangannya, didapati narkoba jenis sabu dalam satu paket sebanyak 1,5 gram senilai sekitar Rp. 2 Juta.

Pengojek Online Jadi Pengguna dan Pengedar Sabu Demi Kuat Bekerja
Twitter
Ilustrasi penggunaan narkotika. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Rendra (33), seorang pengemudi ojek online dibekuk aparat Satuan Reserse Narkoba Polresta Depok, di kawasan Grablnd Depok City, Cilodong, Rabu (7/6/2017).

Dari tangannya, didapati narkoba jenis sabu dalam satu paket sebanyak 1,5 gram senilai sekitar Rp 2 Juta.

Narkoba jenis sabu itu hendak diedarkan atau dijualnya ke salah satu konsumen.

"Dia kami tangkap saat hendak melakukan transaksi sabu," kata Kepala Satnarkoba Polresta Depok Komisaris Putu Kholis Aryana, Kamis (8/6/2017).

Dari pemeriksaan terhadap warga Cilodong itu, awalnya Rendra mengaku hanya sebagai pengguna sabu. "Dengan menggunakan sabu yang bersangkutan mengaku menjadi kuat bekerja sebagai pengojek online. Bisa 24 jam nonstop tak henti," kata Putu.

Lama kelamaan, kata Putu, Rendra menjadi pengedar untuk menutupi sabu yang digunakannya.

'Dari pengakuannya sudah enam bulan ini dia menjadi pengguna sabu. Selama itu pula dia mengaku sudah tiga kali mengedarkan sabu atau bertransaksi menjual sabu ke pengguna lain," kata Putu.

Menurut Putu, saat ini pihaknya masih mendalami kasus ini terutama untuk mengungkap bandar sabu pemasok sabu ke Rendra. "Akan kami kembangkan lebih jauh jaringannya," kata Putu.

Atas perbuatannya, tambah Putu, Rendra akan dijerat UU Narkotika baik sebagai penyalahguna dan pengedar dengan ancaman hukuman maksimal hingga 15 tahun penjara.

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved