Colong Listrik PLN, Camat Cabut Kabel-kabel Ilegal PKL di Pasar Kebayoran Lama

Aparat gabungan menertibkan kabel listrik pedagang kali lima di sekitar Pasar Kebayoran lama, Jakarta Selatan.

Colong Listrik PLN, Camat Cabut Kabel-kabel Ilegal PKL di Pasar Kebayoran Lama
WARTA KOTA/FERYANTO HADI
Camat Kebayoran Lama Sayid Ali bersama PLN dan Satpol PP Jakarta Selatan, menertibkan 20 pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Pasar Kebayoran Lama yang terbukti mencuri listrik. 

WARTA KOTA, KEBAYORAN LAMA - Aparat gabungan menertibkan kabel listrik pedagang kali lima di sekitar Pasar Kebayoran lama, Jakarta Selatan.

Pihak kecamatan ingin membenahi kabel-kabel yang berantakan, lantaran digunakan secara ilegal.

"Itu kabel listrik yang digunakan oleh para pedagang kaki lima jadi ilegal, pada nyolong dari PLN," ujar Camat Kebayoran Lama Sayid Ali, Rabu (7/6/2017).

Baca: Jika Militan Pro ISIS Menang di Marawi, Indonesia Bisa Jadi Target Berikutnya

Sayid yang memimpin penertiban tersebut mengatakan, penggunaan listrik ilegal oleh para pedagang itu ditengarai lantaran adanya pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, yang mengkoordinir tindakan tidak pantas tersebut.

"Jadi mengambilnya dari tiang listrik langsung. Ada yang koordinir, mereka-mereka ini bayar kepada koordinatornya itu. Jadi di tiang listrik itu pada punya colokan masing-masing yang saling menyambung," ungkap Sayid Ali.

"Kalau dulu kan pedagang pakai petromak, sekarang pada pakai lampu. Nah, ternyata lampunya itu banyak yang nyolong dari tiang listrik," jelasnya.

Baca: Putri Gisella Anastasia Lagi Ketagihan Nyanyi Lagu Bruno Mars

Sayid menuturkan, dirinya bekerja sama dengan berbagai pihak terkait menertibkan dengan memutus kabel-kabel ilegal yang tersambung dengan kabel listrik milik PLN.

"Kami turun di sepanjang Pasar Kebayoran Lama, yakni di Jalan Masjid Al Huda, Ciledug Raya, di bawah kolong flyover Kebayoran Lama. Kita putus-putusin semua tuh kabel-kabel yang kita rasa sifatnya mencurigai nyolong itu, kita putus semua," tuturnya.

"Yang mutus dari PLN, karena PLN punya kewenangan untuk itu, termasuk juga meteran-meteran bodong sekitar tujuh sampai delapan yang disita oleh PLN," sambung Sayid Ali.

Baca: Polisi Minta Rizieq Shihab Buktikan Tak Bersalah di Pengadilan, Bukan di Media

Sayid menambahkan, bukan tanpa alasan dirinya melakukan penertiban tersebut. Sebelum memulai, Sayid terlebih dahulu memantau lokasi, seraya menentukan langkah tegas yang akan diambil.

"Saya melihat ada colokan di bawah flyover, larinya ke kabel PLN dan tidak ada meteran, ini berarti ada indikasi. Ternyata setelah saya cek banyak, setelah itu saya bikin rapat. Saya undang PLN dan yang lainnya di kecamatan yang akhirnya kita tertibkan," bebernya. (*)

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved