Ramadan 2017

Masih Ingat Sumanto, Kanibal yang Pernah Ditakuti? Inilah Kisahnya di Ramadan Ini

Pondok itu diasuh oleh KH Supono Mustajab yang sekaligus membimbing Sumanto dalam mengisi hari-harinya.

Masih Ingat Sumanto, Kanibal yang Pernah Ditakuti? Inilah Kisahnya di Ramadan Ini
Tribunnews.com
Sumanto 

Karena Sumanto tak memberikan uang, pedagang itu akhirnya menagih uang pembelian somai ke pengasuh pondok, KH Supono.

Pergaulan Sumanto masih dibatasi. Ia saat ini masih menempati kamar dan halaman terpagar.
Ia pernah meminta agar diizinkan pergi berjalan-jalan di sekitar pondok.

Pengasuh sebenarnya tidak mengizinkan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Benar saja. Ketika diizinkan keluar, Sumanto langsung mendatangi warung dan mengambil beberapa bungkus besar makanan dan berbagai macam rokok. Jika ditotal, harganya mencapai Rp 600 ribu.

"Lagi-lagi, Sumanto tak mau membayar. Pemilik warung akhirnya menagih ke pak Kyai Sopono," ungkap Iwan.

Meski perilakunya sering membuat kesal, sang kyai ternyata sangat mengasihi Sumanto.

Sumanto bahkan sering diajak turut serta pada pengajian di luar kota yang dipimpin oleh KH Supono.

Sumanto bahkan diberi kesempatan memberikan wejangan pada pengajian tersebut.

Sumanto biasa memberi wejangan agar peserta pengajian ikut menyumbang uang guna pembangunan mesjid.

"Kalau menyumbang jangan Rp 2.000,' seperti membayar orang kencing di terminal. Paling tidak Rp 20 ribu, syukur Rp 50 ribu atau Rp 100 ribu,"kata Iwan menirukan ucapan Sumanto saat mengisi pengajian.

Halaman
1234
Editor: Adi Kurniawan
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved