Breaking News:

Teroris Kini Lebih Fokus Targetkan Simbol Atau Aparat Negara

Sofyan Tsuari , bekas teroris dari Jaringan Alqaeda mengatakan, aparat penegak hukum adalah musuh dekat para teroris.

Joko Supriyanto
Puluhan personil polisi saat melakukan pengrebekan di sebuah rumah terduga teroris di Jalan Bambu Kuning Utara, RT 007/02 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur. Selasa (30/5/2017). 

WARTA KOTA, CIKINI - Aparat hukum kini menjadi target jaringan teroris di Indonesia. Pada kasus terbaru, tiga anggota kepoliisan tewas di Kampung Melayu lewat aksi bom bunuh.

Sofyan Tsuari, bekas teroris dari Jaringan Alqaeda mengatakan, aparat penegak hukum adalah musuh dekat para teroris. Sebab, para polisi tersebut dianggap abdi di negara darul kufur.

"Memang ada musuh dekat ada musuh jauh. Musuh jauh adalah Amerika. Musuh dekat adalah aparat keamanan. Karena Indonesia ini adalah darul kufur," kata Sofyan Tsuari saat diskusi bertajuk 'Membedah Revisi Undang-undang Terorisme' di Cikini, Jakarta, Sabtu (3/5/2017).

Baca: Jaringan Ulama Muda Nusantara Minta Rizieq Shihab Jadi Contoh yang Baik Bagi Umat Muslim

Negara Darul Kufur adalah negara kafir yang tidak menerapkan hukum-hukum Islam. Sebetulnya, kata Sofyan, target teroris tidak hanya polisi, namun apa saja yang menjadi simbol-simbol negara.

"Sekarang 'random' saja. Lebih fokus kepada simbol atau aparat negara, kantor keluruhan, dan sebagainya," jelas bekas polisi berpangkat Brigadir Kepala itu.

Sofyan mengaku dulunya adalah bagian dari jaringan terorisme Alqaeda. Dia menjalani pidana penjara enam tahun dari vonis 10 tahun. Sofyan dulunya adalah anggota Brimob Polri dan pernah bertugas di Aceh. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved