Koran Warta Kota

Nurzaman Zein dan Swetlana Zein Berdebat Sebelum Pemakaman Putri Mereka

Perdebatan Nurzaman Zein dan Swetlana Zein berakhir ketika jenazah putri mereka, bintang sinetron dan film Yana Zein dimakamkan di TPU Gandul, Depok.

Warta Kota/Arie Puji Waluyo
Kedua anak Yana Zein sedang menabur bunga di makam ibundanya, yang didampingi oleh kerabat Yana Zein. 

WARTA KOTA, PALMERAH - Perdebatan Nurzaman Zein dan Swetlana Zein berakhir ketika jenazah putri mereka, bintang sinetron dan film Yana Zein dimakamkan di TPU Gandul, Cinere, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/6/2017) sore.

Beberapa jam sebelum jasad Yana dikuburkan di Gandul, Nurzaman dan Swetlana berdebat panjang, bahkan hingga bertengkar, terkait proses dan tata cara pemakaman putrinya.

Sejak dinyatakan meninggal di RS Mayapada, Lebak Bulus, Jakarta Selatan, Kamis (1/6/2017) pukul 01.05, dan disemayamkan di Rumah Duka Fatmawati, Cilandak, Swetlana mendoakan jasad Yana memakai tata cara Kristen.

Tetapi, Nurzaman yang mendadak mendatangi rumah duka, Jumat (2/6/2017), meminta agar jasad Yana dikafani dan dikuburkan sesuai tata cara Islam.

Baca: Ayu Azhari Siap Membantu Anak Yana Zein

Meski sempat terjadi perdebatan dengan beragam argumen, Swetlana mengalah.

Rencana Swetlana menguburkan bintang film Cintaku di Rumah Susun (1987), Kutunggu Jandamu (2008) dan Susuk Pocong (2009) di TPU Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, batal terlaksana.

Nurzaman akhirnya menguburkan putrinya di Gandul.

Sebelum dikuburkan, jenazah ibu dua anak tersebut disalatkan dua kali di dua masjid berbeda, yakni Masjid Baiturrahman dan Masjid Persatuan yang berada didekat TPU Gandul.

Di perjalanannya ke masjid hingga pemakaman, peti jenazah Yana digotong sejumlah wartawan, sebab, sebagian besar keluarga Yana sudah berusia lanjut dan perempuan.

Dua putri Yana; Aurelia Callista Carilla (13) dan Alika Pandora Salvine (11) tetap terlihat tegar selama proses pemakaman ibunya dilakukan.

Meski sedih dan hanyut dalam suasana khusyuk pemakaman, mereka mampu menahan tangisannya saat melihat sang ibu untuk terakhir kalinya sebelum ditutupi tanah.

Meski tegar, Aurelia yang akhirnya menangis.

“Aku diajarkan untuk tegar dan aku lakukan itu sekarang. Mami sosok mulia, pembimbing dan ibu yang sangat aku sayangi. Buat mami, selamat jalan dan....,” kata Aurelia yang kemudian meneteskan air mata.

Proses pemakaman dimulai pukul 16.00 dan berakhir menjelang waktunya berbuka puasa.

Bulu mata

Ketika jasad Yana masih disemayamkan di rumah duka, dua selebritas ... (Arie Puji Waluyo)

Berita selengkapnya baca harian Warta Kota edisi Sabtu, 3 Juni 2017

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved