BPS Nilai Harga Bahan Pokok di Ramadan Tahun Ini Lebih Stabil

Ia mengatakan selain kebijakan HET, operasi pasar juga terbukti telah bisa mengendalikan harga.

BPS Nilai Harga Bahan Pokok di Ramadan Tahun Ini Lebih Stabil
Andika Panduwinata
Pedagang sembako termasuk beras. 

WARTA KOTA, DEPOK -- Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan kebijakan pemerintah menetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) pada beberapa jenis komoditas bahan pokok, terbukti mampu menekan angka inflasi yang biasanya naik tinggi setiap tahun di momen Ramadan dan Lebaran.

Karenanya kata Suhariyanto pada tahun ini di momen Ramadan dan Lebaran, inflasi tinggi yang selalu terjadi telah bisa ditekan meski sedikit kenaikan masih tetap terjadi.

"Jika tak ada kebijakan HET Kemendag, harga akan semakin liar dan kenaikan inflasi yang sangat tinggi akan terjadi. Tetapi kali ini tidak karena HET ini sangat mempengaruhi, meski memang tetap terjadi inflasi. Tapi kenaikan inflasi tidak sebesar seperti momen yang sama sebelumnya," kata Suhariyanto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (3/6/2017).

Ia mengatakan selain kebijakan HET, operasi pasar juga terbukti telah bisa mengendalikan harga. Terutama katanya terjadi pada beberapa komoditas seperti gula dan daging sapi.

"Bisa dilihat, contohnya gula pasir deflasi. Tanpa operasi pasar pasti naik. Harga daging sapi juga relatif stabil. Meski memang pada jenis bawang putih masih agak lepas," kata Suhariyanto.

Untuk bawang putih katanya memang masih menyumbang inflasi tertinggi dibanding komoditas lain di Mei ini, karenaa proses suply dan demand yang tak stabil pada awal pekan pertana Mei.

Selain itu beberapa spekulan yang menggoyang harga, menjadi salah satu alasan mengapa bawang putih menyumbang inflasi pada Mei.

"Bawang putih itu masalahnya pada permintaan yang naik ketika suply tak cukup. Selain itu ada spekulan jahat dan mereka sudah mulai ditangkap. Bagaimana mungkin harga ditentukan spekulan, harus pemerintah yang tentukan dan langkah pemerintah sudah bagus," katanya.

Suhariyanto menjelaskan sumbangan bahan makanan terhadap inflasi sebesar 0,86 persen. Bahan makanan seperti bawang putih menyumbang inflasi sebesar 0,08 persen. Sedangkan telur ayam sebesar 0,05 persen. Lalu daging ayam menyumbang inflasi sebesar 0,04 persen.

Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Rusli Abdullah sepakat bahwa harga bahan pokok tahun ini lebih stabil dibandung tahun lalu, menurutnya, hal ini juga disebabkan karena strategi Mendag dengan gerakan stabilisasi pangan.

Untuk memastikan stabilitas harga ini berlangsung tidak hanya selama Ramadan dan Lebaran, Ia berharap Kementerian Perdagangan terus mengintensifkan koordinasi dengan Kementerian Pertanian, Bulog, dan Polri, khususnya Satgas Pangan yang kini telah terbentuk hingga tingkat Polres.(bum)

Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved