Rabu, 29 April 2026

Koran Warta Kota

Polisi Buru Pendukung Bomber

Jenazah Ahmad Sukri (AS) dimakamkan di Pondok Rangon setelah mendapat penolakan dari warga desa di kampung halamannya yakni Kampung Ciranji, Desa Sirn

Warta Kota
Cover berita utama Harian Warta Kota Edisi Selasa, 30 Mei 2017 berjudul "Polisi Buru Pendukung Bomber". 

WARTA KOTA, PONDOK RANGON -- Dua jenazah pelaku bom bunuh diri di Kampung Melayu, yakni Ahmad Sukri (AS) dan Ichwan Nurul Salam (INS), dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur, Senin (29/5).

Selama prosesi pemakaman, keluarga dan kerabat korban memilih diam.

Sebelumnya, Sabtu (27/5), warga Kampung Ciranji, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Ban­dung Barat, menolak jenazah Ahmad Sukri dimakamkan di kampung halamannya tersebut.

Keluarga pun akhirnya setuju jasad bomber itu dikebumikan di Pondok Rangon.

Kemarin, awalnya kedua keluarga mendatangi RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, untuk mengambil jenazah.

Pantauan Warta Kota sekitar pukul 14.40 dua peti jenazah dengan nama Ahmad Sukri (AS) dan Ichwan Nurul Salam (INS) keluar dari kamar jenazah.

Kedua jenazah langsung dimasukkan kedalam mobil ambulans untuk dibawa ke pemakaman.

Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam adalah dua terduga teroris yang melakukan bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu pada Rabu 24 Mei 2017 malam.

Halte busway terkena dampak ledakan dua bom tersebut. Kaca-kaca halte pecah.

Operasional halte pun mesti ditutup sementara lantaran proses penyelidikan.

Sebanyak 16 orang menjadi korban, 11 di antaranya menderita luka-luka dan 5 orang tewas.

Tiga korban tewas merupakan polisi, sedangkan dua lainnya adalah Ahmad Sukri dan Ichwan Nurul Salam.

Dalam prosesi pemakaman keduanya di TPU Pondok Rangon kemarin, keluarga dan kerabat tidak mau berkomentar apa pun. Mereka juga mendapat pengawalan.

Bahkan media dilarang untuk mendekat. Keluarga juga memalingkan wajah mereka ketika awak media mencoba mengambil gambar mereka.

Sebelumnya, Cucu Hendra­yana (47), salah satu sopir yang membawa rombongan keluarga dari kedua bomber, mengatakan bahwa keluarga AS dan INS datang dari Bandung.

"Tadi saya bawa kedua keluarga, baik itu keluarganya AS dan INS, kami berangkat dari Bandung," katanya saat ditemui di RS Polri Kramat Jati.

Istri juga ditolak

Jenazah Ahmad Sukri (AS) dimakamkan di Pondok Rangon setelah mendapat penolakan dari warga desa di kampung halamannya yakni Kampung Ciranji, Desa Sirnagalih, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.

Warga menolak jenazah bomber itu dimakamkan di kampung tersebut.

Kepala Desa Sirnagalih, Andi Hermawan mengatakan, sebenarnya jenazah Ahmad Sukri hendak dibawa pulang Senin (29/5) untuk dimakamkan di sekitar tempat tinggalnya.

Namun sebagian besar warga desa menolak dengan alasan namanya sudah tercemar sebagai teroris. (m13/Tribunnews)

Selengkapnya, Baca di Harian Warta Kota Edisi Selasa, 30 Mei 2017

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved