Breaking News:

Menurut Warga Terduga Teroris di Cipayung Jarang Bergaul

Sontak warga Jalan Bambu Kuning Utara, RT 007/02 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung dikagetkan oleh sejumlah polisi yang tiba-tiba melakukan pen

Joko Supriyanto
Warga Jalan Bambu Kuning Utara, RT 007/02 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, menyaksikan polisi melakukan penggerebekan, Selasa (30/5). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, CIPAYUNG -- Sontak warga Jalan Bambu Kuning Utara, RT 007/02 Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung dikagetkan oleh sejumlah polisi yang tiba-tiba melakukan pengrebekan sebagai rumah terduga teroris.

Kepolisian bersenjata lengkap pun langsung menyisir rumah yang berada di belakang rumah warga Jalan Bambu Kuning Utara, lokasi rumah yang diduga teroris ini memang tidak telihat langsung dari jalan raya.

Diketahui bahwa terduga yang berisial A dicurigai sebagai salah satu komplotan Teroris Bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu pada Rabu (24/5) beberapa hari lalu. Sebelumnya, Agus juga sudah digiring ke Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Tim Densus 88 saat melakukan penggerebekan rumah terduga teroris di Cipayung, Selasa (30/5).
Tim Densus 88 saat melakukan penggerebekan rumah terduga teroris di Cipayung, Selasa (30/5). (Joko Supriyanto)

Menurut Keterangan warga sekitar, Siti (48), selama ini A dikenal sebagai orang pendiam, emosional, misterius serta jarang bersosialisasi dengan warga Bambu Kuning Utara. Padahal dia merupakan salah satu warga asli sekitar.

"Dia tinggal sama anak istrinya. Tapi tetap aja jarang main kalau udah sampe rumah. Pokoknya kalau keluar mereka aneh, misalnya pakaianya hitam semua, istrinya pakai cadar terus," katanya, Selasa (30/5/2017).

Siti mengaku, selama berada di lingkunga rumah, A kerap mengeluarkan emosi yang meladak-ledak. Salah satunya jika ada warga yang menyalakan motor dengan knalpot bising. Selain itu dia juga pasti marah jika ada anak muda yang kelihatan nongkrong beramai-ramai.

"Salah satu pos keamanan aja dia bongkar tanpa permisi RT/RW. Terus kalau mau jajatan juga gak boleh, anak-anak kecil gak boleh berisik, sampai-sampai anak saya aja dibuat nangis," katanya.

Sementara itu Owe (50) salah satu warga mengatakan sangat menyesalkan jika apa yang menimpa A terkait dengan dugaan bom Kampung Melayu.

"Saya itu kenal deket sama keluarganya, dan ini keluarga baik-baik, saya gak curiga, kalo dibilang tertutup memang tertutup," katanya.

Halaman
12
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved