Bom Kampung Melayu

Teror Bom Kampung Melayu Diduga Terkait dengan Darurat Militer di Filipina Terkait ISIS

Pemberlakuan darurat militer oleh Duterte mengakibatkan ruang gerak terorir terbatas.

Teror Bom Kampung Melayu Diduga Terkait dengan Darurat Militer di Filipina Terkait ISIS
Istimewa
Tubagus Hasanuddin, Wakil Ketua Komisi I DPR-RI 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Teror bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/05/2017) malam, yang menyebabkan tiga polisi meninggal dan dua orang yang diduga pelaku juga tewas diperkirakan ada korelasinya dengan pemberlakuan darurat militer yang ditetapkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte di Pulau Mindanao.

Menurut Wakil Ketua Komisi I DPR-RI, Tubagus Hasanuddin, kebijakan Presiden Filipina Rodrigo Duterte terkait pemberlakuan darurat militer di Pulau Mindanao akibat baku tembak antara tentara dan kelompok ISIS di kota Marawi pada Selasa (23/5/2017) malam telah menyebabkan ruang gerak kelompok militan ISIS tersebut menjadi terbatas.

"Akibatnya, kelompok pendukung ISIS di Indonesia memunculkan eksistensinya, mengumumkan kepada dunia internasional bahwa ISIS ada juga di sini," katanya, dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (28/7/2017).

Baca: Soal Klaim Bom Bunuh Diri di Kampung Melayu, Jusuf Kalla: Coba Klarifikasi ke ISIS

Pemberlakuan darurat militer di Pulau Mindanao oleh Presiden Duterte harus dicermati pemerintah Indonesia.

"Karena, kebijakan itu membuat ruang gerak pasukan ISIS semakin terbatas. Khawatirnya, mereka akan masuk ke Indonesia, mengingat Filipina berbatasan langsung dengan Indonesia," katanya. 

Baca: Wiranto: Ambil Langkah Preventif Dituduh Pelanggaran HAM, Kalau Bom Meledak Dikatakan Kecolongan

Selain itu, lanjut Hasanuddin, kelompok militan ISIS di Filipina memiliki korelasi yang kuat dengan kelompok militan di Indonesia. Sehingga akan sangat mudah mendapatkan akses untuk masuk ke Indonesia. 

Baca: Antisipasi Bom, Halte Transjakarta Akan Dipasangi Metal Detector

"Indikasi adanya korelasi kelompok ISIS di Filipina dengan kelompok militan di Indonesia bisa dilihat dari adanya tiga WNI terafiliasi ISIS yang tewas dalam bentrokan bersenjata melawan militer Filipina di Pulau Mindanao pada April 2017 silam," ungkap Hasanuddin.

Halaman
123
Penulis: Gede Moenanto
Editor: Gede Moenanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved