Breaking News:

Bom Kampung Melayu

Polisi Belum Tetapkan Status Dua Orang yang Diamankan Terkait Bom Kampung Melayu

Polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap dua orang yang diamankan aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror karena diduga terkait kasus

TRIBUN JABAR/YUDHA MAUALA
Detasemen Khusus (Densus) 88 melakukan penggeledahan di rumah kontrakan milik A, terduga anggota jaringan teroris bom bunuh diri Kampung Melayu, di Kampung Babakan Sangkuriang, Desa/Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung pada Jumat (26/5/2017). 

WARTA KOTA, KEBAYORAN BARU -- Polisi masih melakukan pemeriksaan secara intensif terhadap dua orang yang diamankan aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror karena diduga terkait kasus bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu 24 Mei 2017 malam lalu.

Keduanya saat ini berada di Mako Brimob Polri, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Polisi belum bisa menyebut apakah status R alias B dan K sekarang, karena berdasarkan peraturan yang ada, hal itu baru dapat diketahui setelah 7 hari ke depan pasca mereka diamankan.

Seperti diketahui, keduanya diamankan pada Sabtu 27 Mei 2017 siang lalu.

"Pemeriksaan dua yang ditangkap kemarin (Sabtu 27 Mei 2017), hasil pemeriksaan mohon waktu selama tujuh hari. Karena di dalam Undang-Undang, Polri diberi tujuh hari untuk penyelidikan sebelum menentukan apakah yang bersangkutan tersangka atau saksi," ucap Kepala Divisi Humas Polri, Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (29/5/2017).

Baca: Bomber Kampung Melayu Bukan Lone Wolf

Dalam kesempatan itu, Setyo menjelaskan, pria berinisial K ikut diamankan karena pada saat itu dirinya tengah membonceng R alias B.

Sedangkan R alias B diamankan karena satu hari sebelum bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, keduanya sempat bertemu dengan salah satu terduga bom bunuh diri disana, yakni AS.

"Jadi diketahui salah satu ya bukan dua. Yang kedua diamankan karena berboncengan, R alias B dibonceng oleh K. Yang berhubungan kontak dengan pelaku satu hari sebelum kejadian adalah R alias B," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, aparat Detasemen Khusus 88 Antiteror mengamankan pria terkait kasus bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, Sabtu 27 Mei 2017 siang.

Dia adalah R alias B yang diduga rekan dari salah seorang pelaku bom bunuh diri di Terminal Kampung Melayu, yakni AS. R alias B diamankan di kawasan Cibubur, Jawa Barat saat tengah mengendarai sepeda motor dengan nomor polisi F 2705 MS bersama K.

R alias B disebut sempat berkomunikasi dengan AS sebelum peristiwa pengeboman terjadi.

Untuk diketahui, ledakan bom bunuh diri terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu 24 Mei 2017 malam kemarin. Ledakan terjadi dua kali. Pertama terjadi sekira pukul 21.00 WIB. Ledakan kedua terjadi sekitar lima menit kemudian tak jauh dari lokasi pertama.

Penulis: Feryanto Hadi
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved