Senin, 4 Mei 2026

Perlintasan KA Liar di Rawa Buaya Akan Ditutup dengan Barrier Beton

Perlintasan simpang tak sebidang atau rel kereta api liar di Jalan Kembangan Baru dan Jalan Basmol Cengkareng, Jakarta Barat akan ditutup pada 5 Juni

Tayang:
Kompas.com
Ilustrasi perlintasan kereta. 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Bintang Pradewo

WARTA KOTA, CENGKARENG -- Perlintasan simpang tak sebidang atau rel kereta api liar di Jalan Kembangan Baru dan Jalan Basmol Cengkareng, Jakarta Barat akan ditutup pada 5 Juni 2017 mendatang.

Penutupan itu akan menggunakan barrier beton.

Penutupan itu rencananya dilakukan oleh Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI.

Uji coba pelaksanaan penutupan akan dilaksanakan pada 5 Juni-13 Juli.

Perlintasan KA liar di Rawa Buaya, Minggu (28/5).
Perlintasan KA liar di Rawa Buaya, Minggu (28/5). (Warta Kota/Bintang Pradewo)

Adapun untuk penutupan secara permanen dilakukan pada 14 Juli mendatang.

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Barat, Anggiat Banjarnahor menegaskan penutupan perlintasan kereta api itu benar akan dilakukan pada 5 Juni mendatang.

Namun, wewenang ada di Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI.

"Iya jadi tanggal 5 Juni besok. Nanti akan ditutup dengan barrier beton," kata Nahor saat dihubungi Warta Kota, Minggu (28/5).

Menurutnya sosialisasi kepada warga sudah dilakukan dari tingkat Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat, Kecamatan Cengkareng, hingga kelurahan Rawa Buaya. Sehingga, pihaknya akan terus memberikan sosialisasi kepada warga.

"Sosialisasi sudah dilakukan lima sampai sepuluh kali. Jadi kita terus lakukan sosialisasi kepada warga," tutur dia.

Penutupan perlintasan rel kereta api liar itu karena memang di lokasi itu kerap terjadi kecelakaan. Sehingga, Dirjen Perkeretaapiaan Kemenhub RI berencana melakukan penutupan.

Perlintasan KA liar di Rawa Buaya, Minggu (28/5).
Perlintasan KA liar di Rawa Buaya, Minggu (28/5). (Warta Kota/Bintang Pradewo)

"Disana memang sering terjadi kecelakaan dan tabrakan kereta api dengan kendaraan," tutur dia.

Pantauan di lapangan, memang tidak ada pintu perlintasan. Spanduk-spanduk penolakan warga untuk penutupan terpampang disekitar lokasi. Namun, memang ada beberapa orang yang berjaga di perlintasan kereta api liar itu.

Rudi (35), salah seorang pengendara tidak setuju dengan penutupan perlintasan kereta api itu. Karena pengendara harus berputar cukup jauh. "Ini akses buat warga, kalau ditutup muternya cukup jauh," keluh dia.

Sementara itu, Sugeng Prayitno, warga RW 02 Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat menolak rencana penutupan itu. "Kami sebagai warga RW 02 dan sekitarnya sangat keberatan. Sebab jika benar akan dilakukan penutupan perlintasan, akses jalan warga akan tertutup. Bahkan, berdampak pada akses jalan yang lebih jauh," kata Sugeng.(bin)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved