Selasa, 7 April 2026

Antisipasi Bom, Halte Transjakarta Akan Dipasangi Metal Detector

Selain metal detector, pihaknya juga akan memaksimalkan kamera CCTV dalam setiap halte untuk mendeteksi hal hal yang dianggap mencurigakan.

Pelaksana Tugas Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, Direktur Utama PT Transjakarta, Budi Kaliwono melakukan kunjungan ke halte Transjakarta yang terdampak bom Kampung Melayu. Minggu (28/5) (JOKO SUPRIYANTO) 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Joko Supriyanto

WARTA KOTA, JATINEGARA -- Dalam upaya peningkatan keamanan pasca ledakan bom Kampung Melayu , PT Transjakarta akan memasang sejumlah alat metal detector di Halte Transjakarta.

Namun rencana tersebut belum dapat dijelaskan secara detail, mana saja halte yang akan dipasang metal detector.

Meski begitu semestinya beberapa halte busway yang ada di Jakarta sudah terpasang metal detector.

"Kami sudah siapkan, jadi metal detector memang direncanakan akan kita buat, walaupun mungkin untuk seluruhnya akan dilaksanakan secara bertahap," kata Direktur Utama PT Transjakarta Budi Kaliwono saat ditemui di Terminal Kampung Melayu, Minggu (28/5/2017).

Selain metal detector, pihaknya juga akan memaksimalkan kamera CCTV dalam setiap halte untuk mendeteksi hal hal yang dianggap mencurigakan.

Saat ini PT Transjakarta memiliki kurang lebih 1.500 CCTV di 238 halte TransJakarta yang tersebar di wilayah DKI Jakarta.

"Jadi sebetulnya CCTV itu sangat efektif. Dan kami operate control room kami itu mempekerjakan sekitar 300 orang. Jadi itu nanti akan lebih fokus untuk memperhatikan setiap CCTV," katanya.

Sebelumnya sebuah Bom meledak di Terminal Kampung Melayu pada Rabu 24 Mei 2017 malam.

Halte TransJakarta terkena dampak ledakan dua bom tersebut.

Kaca-kaca halte pecah. Operasional halte pun mesti ditutup sementara lantaran proses penyelidikan.

Sebanyak 16 orang menjadi korban, 11 di antaranya menderita luka-luka dan lima tewas.

Tiga korban tewas merupakan anggota polisi dan dua lainnya diduga pelaku peledakan bom tersebut.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan pelaku bom di Terminal Kampung Melayu tersebut ialah Ichwan Nurul Salam dan Ahmad Sukri.

Mereka terkait dengan jaringan Bahrun Naim, warga negara Indonesia yang bergabung dengan ISIS di Suriah. Mereka juga termasuk bagian dari Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Indonesia. (M13)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved