Selasa, 28 April 2026

Bom Kampung Melayu

Gilang, Korban Bom Kampung Melayu Baru 7 Tahun di Jakarta

"Dia (Gilang) baru tinggal di sini dari tahun 2010, besar, sekolah semuanya di Jawa, lulus sekolah baru ke sini," kata Mukti (31), tetangga korban

Alija Berlian Fani
Foto Gilang bersama keluarga di dinding rumahnya, Kamis (25/5/2017). 

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Alija Berlian Fani

WARTA KOTA, TEBET -- Salah Seorang korban meninggal dunia dari ledakan bom di Kampung Melayu, Imam Gilang Adinata, baru tinggal di DKI Jakarta selama kurang lebih 7 tahun.

"Dia (Gilang) baru tinggal di sini dari tahun 2010, besar, sekolah semuanya di Jawa, lulus sekolah baru ke sini," kata Mukti (31), tetangga korban pada wartakotalive.com di rumah duka, Kamis (25/5/2017).

Bertahun-tahun telah mengenal Gilang, dirinya mengungkapkan bahwa pria yang merupakan anggota dari Dit Sabhara Polda Metro Jaya adalah orang yang pendiam.

"Orangnya pendiam, ngga pernah yang aneh-aneh, kerja langsung pulang, jarang kemana-mana, diem di rumah aja dia," jelasnya.

Saat ini rumah duka yang terletak di Jalan Kelingkit, Kelurahan Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan tengah dalam keadaan kosong lantaran seluruh keluarga ikut mengantarkan ke pemakaman di Desa Seragu Gede, Klaten, Jawa Tengah.

Gilang merupakan anak pertama dari pasangan Muhammad Sri Sarjono dan Ningwyarti serta memiliki seorang adik perempuan bernama Atikah Nur Ismaliyah.

Rumah keluarga tersebut berdempet dengan rumah kakek dan nenek Gilang yang sudah puluhan tahun menempati kediaman tersebut.

"Di sini rumah kakek neneknya, di sebelah rumah Gilang, ada 4 keluarga tinggal di sini, kaya satu rumah di bagi jadi empat rumah," jelasnya sambil menunjuk bangunan rumah.

Terhitung lebar dari rumah Gilang sekitar 2,5 meter dan panjang yang mencapai sekitar 12 meter, serta bergabung dengan rumah kakek dan neneknya di bagian belakang. (M9)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved