Tjahjo Minta Mantan Menteri yang Koar-koar Anti Pancasila Muncurl ke Publik

"Biar dia klarifikasi sendiri. Saya sebut biar dia melakukan klarifikasi sendiri," ujar Tjahjo.

Editor: Murtopo
TRIBUNNEWS.COM/LENDY RAMADHAN
Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo menggelar Rapat Koordinasi Pilkada Serentak 2017 di Hotel Bidakara, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Pancoran, Jakarta Selatan, Selasa (31/1/2017). 

WARTA KOTA, BOGOR - Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo ingin Komisaris BUMN dan mantan Menteri yang teriak-teriak anti-Pancasila, muncul sendiri ke publik dan mengklarifikasi perihal pernyataannya tersebut.

"Biar dia klarifikasi sendiri. Saya sebut biar dia melakukan klarifikasi sendiri," ujar Tjahjo saat ditemui wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan Bogor, Selasa (23/5/2017).

Klarifikasi yang dia maksud, bukan ditujukan kepada dirinya. Melainkan kepada kementerian yang mengurus gerakan anti-Pancasila.

"Bukan ke saya, biar ke Menko Polhukam, ke Polri dan ke Kejaksaan Agung," ujar Tjahjo seperti dikutip Kompas.com.

Tjahjo yakin dengan akurasi pernyataannya tersebut.

"Data video sangat akurat sekali. Soal tahun kapan (pernyataan itu direkam), kapan, enggak tahu. Tapi kan itu terus diputar," ujar Tjahjo.

Saat ditanya apakah pemerintah yang akan memanggil Komisaris BUMN dan mantan menteri yang bersangkutan, Tjahjo enggan melakukannya.

Ia memilih yang bersangkutan sendiri yang melaporkan ke pemerintah.

"Ya, kita sama-sama sudah dewasa lah," ujar dia.

Tjahjo awalnya mengatakan ada tokoh yang gencar menyuarakan ingin mengubah ideologi Pancasila.

Ia menyebutkan, tokoh tersebut berafiliasi dengan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Namun, Tjahjo tak mau menyebutkan siapa tokoh yang dimaksud.

Belakangan, Tjahjo kembali menyinggung masalah itu. Namun, ia menyebut tokoh nasional itu menjabat Komisaris BUMN di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Menurut Tjahjo, tokoh tersebut menyebut anti-Pancasila.

"Bayangkan ada tokoh nasional. Komisaris BUMN zaman Pak Jokowi saat ini. Ketua umum sebuah organisasi masyarakat yang besar, berteriak, kita anti-Pancasila," kata Tjahjo, di Jakarta, Senin (22/5/2017).

Bahkan, kata Tjahjo, orang tersebut juga menyebut akan menjadikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai negara Islam.

"Indonesia akan jadi negara Islam. Bayangkan tokoh nasional, mantan menteri, sekarang Komisaris BUMN besar, teriak-teriak dengan seenaknya. Kami anti-Pancasila, kami ingin ubah Indonesia dengan negara Islam," ujar Tjahjo.

"Kalau dia orang Islam ya lakukan ajaran Islam dengan baik, sesuai Al Quran dan Hadist. Tapi negara tidak boleh dibawa-bawa," katanya.

Namun, Tjahjo tak menyebut siapa tokoh yang dimaksud.(Fabian Januarius Kuwado)

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved