Berita Video: Lantai Dua Ruko Atlantis Tempat Para Gay Berendam Nonton Striptis
Di lantai dua tersebut, para gay berendam air hangat sambil menyaksikan para penari striptis pria menari telanjang bulat.
WARTA KOTA, KELAPA GADING -- Polres Metro Jakarta Utara menggelar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di salah satu rumah toko (Ruko) kaum gay (homoseksual) yaitu di Ruko Kokan, Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Selasa (23/5/2017).
Kombes Pol Dwiyono selaku Kapolres Metro Jakarta Utara, mengatakan di lantai dua ruko berkedom gym dan spa tersebut, merupakan tempat kaum gay tersebut berendam air hangat, sembari menyaksikan empat penari striptis pria tanpa busana.
Pantauan Warta Kota, pasca penggerebekan Ruko PT Atlantis Jaya (AJ) di Ruko Kokan, Kepala Gading ini, polisi melalukan olah TKP.
Dwiyono serta jajaran tim identifikasi lainnya, melangkahkan kaki ke lantai dua.
Di lantai dua tersebut, Dwiyono mengatakan, para gay berendam air hangat sambil menyaksikan para penari striptis pria menari telanjang bulat.
Tak hanya itu, di lantai dua tersebut, dikatakan Dwiyono, menjadi lokasi favorit bagi oara kaum gay.
Nampak, sebuah bak berendam air hangat dengan lebar sekitar 2 X 2 meter persegi ini ada di lantai dua ruko tersebut.
Airnya pun masih hangat dan terlihat di sebagian keliling bak berendam air hangat juga ada empat ruang untuk para penari striptis pria ini, menari tanpa busana.
Terlihat, di empat tempat penari striptis pria ini pun dirancang mirip seperti kamar mandi.
Shower, atau air mancur pun dijadikan sebagai alat fantasi penari striptis agar disaksikan para tamu yang hadir pada pesta seks sesama jenis bertemakan The Wild One tersebut.
"Ini tempat mereka (tamu gay) berendam sini yang kemudian tempat ini para pria menari striptis," kata Dwiyono.
Dwiyono membenarkan, apabila rancangan di ruang penari striptis pria ini mirip kamar mandi yang pada umumnya, lantaran sebagai bentuk fantasi sex para kaum gay. Usai berendam air hangat dan menonton penari striptis pria tanpa busana, kata Dwiyono, jika para tamu langsung beranjak ke lantai tiga ruko itu, yang dijadikan lokasi untuk para kaum gay melepas nafsu birahinya, ke pasangan sesama jenisnya.
"Usai dari sini, mereka (Tamu) itu langsung menuju lantai tiga yang dimana, lantai tiga itu merupakan tempat mereka (para kaum gay) lakukan kegiatan homoseksual mereka," urai Dwiyono.