Ekonom UI Nilai Langkah Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan Cukup Efektif
Ekonom UI Lana Soelistiawati menilai langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan cukup efektif.
Penulis: Budi Sam Law Malau |
WARTA KOTA, DEPOK - Ekonom Universitas Indonesia (UI) Lana Soelistiawati menilai langkah pemerintah yang dilakukan saat ini dalam menjaga stabilitas harga pangan menjelang Ramadan cukup efektif dalam menahan inflasi.
Meskipun begitu Lana menilai masih mungkin ada kenaikan harga, tetapi diprediksi tidak berlebihan dan masih wajar.
"Bisa jadi tetap ada kenaikan, tapi tidak sampai berlebihan. Kenaikan kira-kira 15 persen masih bisa diterima," kata Lana, Senin (22/5/2017).
Menurut Lana, kebiasaan masyarakat selama ini memang turut andil dalam melonjaknya kebutuhan serta harga pangan di pasar terutama menjelang Lebaran.
"Kebiasaan kita ini, kalau menjelang Lebaran harus ada sambel goreng ati, atau rendang. Ini tidak bisa dikurangi ya, memang artinya sudah menjadi kebiasaan. Tapi itu tadi kalau pemerintah masih bisa menjaga harga-harga bahan pokok, seperti harga daging, harga bumbu-bumbuan, itu terjaga di level maksimal. Kalau kenaikannya hanya di bawah 20 persen saya kira sudah bagus," katanya.
Sementara Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita memastikan bahwa harga bahan pokok di pasaran jelang Ramadan ini, terpantau stabil.
Bawang putih yang beberapa saat lalu sempat naik cukup tinggi, kini sudah mendekati harga yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 38.000 per kilogramnya.
Selain harga bawang putih yang mulai turun ke harga normal, Mendag juga menjamin stabilitas harga tiga bahan pokok di ritel modern mengikuti harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.
Tiga bahan pokok tersebut adalah gula pasir yang dipatok Rp 12.500 per kilogram, minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp 11.000 per liter, dan daging sapi beku Rp 80.000 per kilogram.
“Nanti semua aman, harga beras stabil, gula pasir stabil, minyak goreng stabil, daging beku stabil,” kata Mendag.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20150806harga-sayur-mayur-melambung-imbas-musim-kemarau1_20150806_124644.jpg)