Dana Perbaikan Turap Kali Baru di Jalan Citayam Capai Rp 1 Miliar

Anggaran rehab yang diusulkan sebesar Rp 1 Miliar. Rencananya perbaikan turap Kali Baru akan dilakukan 2018 mendatang," kata Citra kepada Warta Kota,

Dana Perbaikan Turap Kali Baru di Jalan Citayam Capai Rp 1 Miliar
Warta Kota/Budi Sam Law Malau
Turap Kali Baru di sepanjang Jalan Raya Citayam, mulai dari depan Perumahan Permata Depok sampai ke Stasium KA Citayam dan kawasan Bojong Pondok Terong, Cipayung, saat ini rusak berat dan di beberapa bagian sudah ambruk. 

"Akibatnya kekuatan ruas jalan dan kemampuan menahan bebannya akan tergerus juga. Apalagi ruas jalan cukup sering dilintasi kendaraan bertonase berat. Jadi bukan tidak mungkin jalan Citayam jadi ikut amblas, karena turap Kali Baru tidak juga diperbaiki," kata Alfred kepada Warta Kota, Minggu (21/5/2017).

Apalagi menurut Alfred kerusakan turap sebenarnya sudah terjadi sejak setahun lalu. Namun kondisi itu didiamkan oleh Pemkot Depok dan semakin parah sejak sekitar sebulan lalu.

Ia menegaskan setelah kembali ditelisik diketahui pengerjaan turap Kali Baru di Jalan Citayam itu dilakukan antara 2013 sampai 2014 di masa pemerintahan Wali Kota Nur Mahmudi Ismail.

"Pada 2015 sudah rampung sebenarnya. Tapi sempat ambrol lagi setelah itu. Lalu ada satu kali perbaikan," kata Alfred.

Namun perbaikan tidak menyeluruh dan tetap terkesan asal-asalan dan sama saat pengerjaan awal dilakukan. Akibatnya kerusakan turap makin parah dan di beberapa bagiam ambrol sejak sebulan lalu.

"Jadi kalau mau jujur, rusak beratnya turap dan ambrolnya turap di beberapa bagian, susah terjadi sejak setahun lalu," kata Alfred.

Ia mengatakan warga sudah mengadukan hal ini ke Pemkot Depok baik melaui media sosial atau saluran hotline Pemkot Depok, namun sampai kini tak juga ditanggapi.

Menurutnya selama embangunan turap dilakukan, tidak ada paku bumi yang dipasang atau pondasi yang memadai di sepanjang turap. "Sehingga sejak awal warga sudah menduga bahwa pengerjaan pembangunan turap ini asal-asalan. Buktinya rusak terus dan sekarang makin parah," katanya.

Alfred menuturkan sangat mungkin ada permainan dan korupsi dalam pembangunan dan pengerjaan turap yang mudah rusak dan rawan amblas itu.

"Jika kondisi turap yang rusak ini dibiarkan terus tanpa diperbaki, maka kerusakan akan semakin parah dan bisa merembet ke ruas jalan," kata Alfred.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Andy Pribadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved