Publik Dukung Tindakan Tegas terhadap Ormas yang Dinilai Merongrong Pancasila

Seluruh anggota Projo harus menjadi barisan untuk mempersatukan dan meyakinkan rakyat bahwa Pancasila adalah anugerah terbaik buat bangsa ini.

Editor: Gede Moenanto
Warta Kota
Budi Arie Setiadi 

WARTA KOTA, PALMERAH -- Sikap tegas Pemerintah Jokowi untuk menindak organisasi kemasyarakatan (ormas) yang merongrong Pancasila seperti di antaranya dianggap telah dilakukan oleh HTI mendapat dukungan publik.

Dukungan penuh dari Projo, Organisasi masyarakat garis keras pendukung Jokowi.

"Kami siap menjadi garda depan untuk terus mengawal Pancasila dan NKRI. Seluruh anggota Projo harus menjadi barisan untuk memersatukan dan meyakinkan rakyat bahwa Pancasila adalah anugerah terbaik buat bangsa ini," ujar Budi Arie Setiadi, Ketua Umum DPP Projo, dalam keterangan secara tertulis di Jakarta, Minggu (21/5/2017).

Projo sendiri menyelenggarakan Rapat Koordinasi DPD Projo dan DPC-DPC Projo se Jawa Tengah di Purwokerto, Sabtu (20/5/2017).

Karena itu, menurut Budi, rakyat jangan terus menerus diadu domba oleh pihak-pihak yang haus kekuasaan.

"Isu-isu murahan, fitnah, dan penyebaran kebencian harus dihentikan. Elit politik harus sadar bahwa bangsa ini sedang menghadapi ujian penting. Persatuan dan kesatuan bangsa harus menjadi prioritas utama," ujar Budi.

Sejumlah kalangan menilai, HTI dianggap sebagai salah satu ormas yang dianggap merongrong Pancasila, sehingga kemudian, pemerintah akan membubarkan ormas tersebut melalui Keppres RI.

Kemajuan Indonesia, kata Budi, pasti akan terwujud karena bangsa ini punya ideologi yang solid, teruji, dan tahan banting.

"Sejarah sudah membuktikan, Pancasila tidak mampu dirongrong oleh ideologi apapun. Hanya bangsa yang bersatu dalam kemajemukan, demokratis, menghormati HAM, dan berkeadilan sosial yang mampu eksis dalam persaingan global dan semangat itu ada di dalam Pancasila," kata Budi.

Karena itu, kata Budi, saatnya seluruh komponen bangsa bergerak dan bersatu untuk kemajuan bangsa.

Sumber: Warta Kota
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved