Minggu, 3 Mei 2026

Gedung Pasar Senen Blok VI Reyot, Pedagang Minta Segera Dipindahkan ke Area TPS

Sisi lantai di bagian belakang pasar dekat area tempat penampungan sementara (TPS) Blok VI terlihat pecah-pecah.

Tayang:
Rangga Baskoro
Lorong sempit kurang dari satu meter terbentang di dalam Pasar Senen Blok VI. Di sisi kanan dan kirinya, pedagang-pedagang sayur-mayur, pakaian, tas, buku bekas dan makanan menjajakan dagangan dengan penerangan yang samar-samar. 

WARTA KOTA, SENEN - Lorong sempit kurang dari satu meter terbentang di dalam Pasar Senen Blok VI. Di sisi kanan dan kirinya, pedagang-pedagang sayur-mayur, pakaian, tas, buku bekas dan makanan menjajakan dagangan dengan penerangan yang samar-samar.

Sisi lantai di bagian belakang pasar dekat area tempat penampungan sementara (TPS) Blok VI terlihat pecah-pecah. Sedangkan sisi tengah pasar lebih terlihat seperti area perkampungan kumuh lantaran banyaknya sangkar burung yang bertengger di sekitar area.

Fondasi gedung terlihat berkarat dan mulai keropos. Sedangkan bagian atap banyak dipenuhi oleh sarang laba-laba. Ia menggantung di atas plafon yang juga terlihat kotor.

Begitulah gambaran lokasi Pasar Senen Blok VI yang hingga kini masih ditempati oleh pedagang. Meski demikian, masih banyak terlihat geliat transaksi di pasar yang berdiri sejak tahun 1960an itu.

"Pembelinya masih lumayan ya, walaupun kondisi gedungnya memang seada-adanya," ungkap Ria (41), seorang pedagang tas di Pasar Senen Blok VI, Minggu (21/5).

Meski ia telah mengetahui bahwa gedung TPS Blok VI sudah rampung, namun dirinya tidak mengetahui kapan ia bersama pedagang lainnya bisa menempati lokasi yang juga terletak di sekitar Blok VI.

"Sudah jadi, sering dipakai buat tidur kok gedungnya sama orang-orang," ucapnya.

Pedagang lain bernama Idrus (52), mengutarakan keinginannya agar bisa segera direlokasi ke TPS Blok VI lantaran merasa was-was apabila suatu waktu kondisi gedung yang sudah berkarat ambruk akibat bencana alam.

"Kalai misalnya ada gempa kan bahaya ya, gedungnya sudah tua begini. Kalau bisa sih cepat-cepat pindah," kata Idrus.

Sedangkan Anwar (31), seorang pengunjung juga mengharapkan hal yang sama seperti Idrus. Ia mengharapkan agar pengelola tak hanya merelokasi pedagang. Lebih dari itu, pria yang saat itu hendak membeli buku-buku bekas tersebut, berharap agar pengelola bisa mengakomodir kebutuhan para pedagang agar barang-barang yang dijualnya bisa laku.

"Ibaratnya kalau mereka bayar tapi gak ada nilai plusnya, buat apa dagang di dalam gedung? Kalau bandel bisa saja mereka jualan di pinggir jalan yang gratis. Jadi menurut saya, paling gak dibantu bagaimana caranya agar barang yang dijual pedagang bisa laku," kata Anwar. (Rangga Baskoro)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved