Tempat Penyalur TKI Ilegal Digerebek Nekat Salurkan TKI Modus Ziarah dan Umroh

Dengan modus pemberangkatan TKI ilegal ke Timur Tengah dengan alasan bertujuan umroh dan ziarah.

Tempat Penyalur TKI Ilegal Digerebek Nekat Salurkan TKI  Modus Ziarah dan Umroh
Warta Kota/Joko Supriyanto
Modus pemberangkatan TKI ilegal ke Timur Tengah dilakukan dengan modus umroh dan ziarah di penyalur TKI ini. 

WARTA KOTA, KRAMAT JATI -- Sebuah rumah tempat penyalur tenaga kerja luar negeri dikawasan Cawang digrebek oleh Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker RI) bekerja sama Bareskrim.

Pengrebekan dilakukan berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan bahwa dua perusahaan tersebut izinnya telah di cabut karena memiliki rekam jejak yang buruk.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Luar Negeri (PPTKLN) Kementerian Ketenagakerjaan RI, R Soes Hindharno, ia mengatakan, dua perusahaan Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) yang digerebek Mabes Polri karena menyalurkan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) secara illegal.

Mereka merupakan PPTKIS yang sudah dicabut izinnya berdasarkan Kepmenaker Nomor 650 tanggal 30 Desember 2016.

"Kedua PPTKIS tersebut, yakni PT Bidar Timur Dirut Mustofa dan PT Mushofahah Maju Jaya telah dicabut izinnya oleh Menaker Desember 2016 karena terlibat pengiriman TKI Ilegal ke Saudi Arabia,” katanya saat ditemui dikawasan Cawang, Rabu, (17/5/2017).

Merujuk data di Kemenaker, PT Bidar Timur beralamat di Jalan Budi No 20 Cawang Dewi Sartika Jakarta Timur.

Sedangkan PT Mushofahah Maju Jaya beralamat di Jalan Kampung Cikunir Bulak RT 04, RW 12 No 61 Bekasi Selatan Kota Bekasi.

Pada 23 Juni 2016, Kemnaker menjatuhkan skorsing melalui surat nomor: Kep.1017/PPTKPKK/VI/2016 kepada PT Bidar Timur.

Sangsi tersebut terkait dengan hasil kerja Tim Satuan Tugas Kemnaker, yang satu Minggu sebelumnya menggagalkan pengiriman 140 calon TKI dari penampungan tersebut.

Mereka rencananya akan diterbangkan ke Arab Saudi.

Halaman
12
Editor: Gede Moenanto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved