Kamis, 16 April 2026

Bus AKAP di Pasar Minggu seperti Dipaksa Main Petak Umpet dengan Petugas

Penutupan sejumlah terminal bayangan sejak beberapa bulan lalu rupanya belum bisa diterima oleh para awak bus.

Penulis: Feryanto Hadi |
Warta Kota/Gopis Simatupang
Ilustrasi sejumlah bus AKAP. 

WARTA KOTA, PASAR MINGGU -- Penutupan sejumlah terminal bayangan sejak beberapa bulan lalu rupanya belum bisa diterima legowo oleh para awak bus.

Sejumlah armada Antarkota Antarprovinsi (AKAP) masih tak rela meninggalkan lokasi yang dulu menjadi tempat mencari penumpang.

Akibatnya, awak bus seperti bermain petak umpet dengan Petugas Dinas Perhubungan.

Di Pasar Minggu, misalnya. Sejumlah bus tujuan luar kota masih kerap melintas untuk mencari penumpang.

Sebut saja perusahaan otobus berinisial LA tujuan Kuningan, Jawa Barat yang pada jelang subuh masih menaikkan penumpang di sekitar Jalan Pasar Minggu Raya, tak jauh dari terminal Pasar Minggu.

Setali tiga uang. Apa yang dilakukan awak bus ternyata justru disambut gembira oleh para penumpang.

Seperti yang diungkap Johan (40), perantau asal Kuningan yang kerap pulang naik bus di kawasan Pasar Minggu.

"Lebih praktis begitu. Daripada kita ke terminal, jauh. Saya harap juga pemerintah ngerti dan jangan menyusahkan penumpang," kata dia saat mengobrol pada Selasa (16/5/2017).

Kepala Terminal Pasar Minggu, Frendy Manulu bilang aktivitas bus AKAP di kawasan Pasar Minggu susah diawasi lantaran bus-bus tersebut beroperasi pada pagi buta.

"Dia datang lalu mengambil penumpang. Kemudian langsung berangkat. Jadi tidak ngetem saya rasa. Hanya melintas. Tapi kami telah melakukan imbauan kepada mereka," kata Frendy.

Namun, Frendy memastikan bus-bus tersebut tidak masuk ke kawasan terminal Pasar Minggu seperti sebelum ada kebijakan pelarangan terminal tipe B untuk aktivitas bus AKAP.

"Mana berani mereka masuk terminal. Sama saja mereka minta kendaraannya ditindak termasuj ijin operasinya," katanya.

Sementara itu, Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, Christianto menduga bus tersebut hanya melintas, bukan ngetem.

"Saya kira, itu melintas. Kalau dalam aturan kami tidak ada dispensasi apapun. Kalau melanggar tetap ditindak. Mereka ini pasti kucing-kucingan dengan petugas karena beroperasi pagi sekali," ujarnya.

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved