Sidang Ahok

Tiga Alasan Kuat Penangguhan Penahanan Ahok Bisa Dikabulkan

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat memberikan jaminan penangguhan penahanan bagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Tiga Alasan Kuat Penangguhan Penahanan Ahok Bisa Dikabulkan
WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN
Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melambaikan tangan saat tiba di LP Cipinang, Jakarta, Selasa (9/5/2017). Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara memvonis Ahok selama dua tahun penjara, karena terbukti melakukan penodaan agama. 

WARTA KOTA, CIKINI - Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Syaiful Hidayat memberikan jaminan penangguhan penahanan bagi Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun melihat penangguhan penahanan Ahok memiliki alasan yang kuat.

Menurut Refly, semua pihak harus menghormati vonis majelis hakim selama dua tahun penjara bagi Ahok, terkait kasus penodaan agama. Namun, Ahok melakukan banding, sehingga putusan tersebut belum berkekuatan hukum tetap atau inchraht.

"Walaupun putusan hakim harus benar, tetapi belum inchraht. Karena belum inchraht, ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh, yaitu penangguhan penahanan," kata Refly usai diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Refly menjelaskan, penangguhan penahanan itu diputuskan oleh Ketua Pengadilan Tinggi, melihat dasar-dasar hukum. Pertama, apakah Ahok memiliki potensi melarikan diri. Refly melihat Ahok tidak mungkin kabur.

Alasan kedua, apakah Ahok berpotensi mengulangi perbuatannya. Refly menuturkan hal itu tidak terjadi, karena Ahok hanya mengucapkan dengan mulut.

"Bukan dengan tangan dan kaki  jadi di mana pun dia bisa melakukan kalau dia mau melakukan itu. Mau dipenjara sekalipun kan cuma mulut," ulas Refly.

Alasan ketiga, apakah Ahok berpotensi menghilangkan barang bukti. Refly melihat Ahok tidak mungkin menghilangkannya, sebab barang bukti kasus itu telah tersebar di media sosial.

"Nah, berdasarkan kondisi objektif tersebut, menurut saya ya cukup kuat alasan penangguhan penahanan. Yang paling penting dia tidak lari. Beda sama perkara korupsi, kenapa selalu ditahan, karena sering lari. Begitu tidak dicekal dia lari, apalagi kalau kemudian ditangguhkan penahanan, tambah lari dia," papar Refly. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved