Warga Bukit Duri Keluhkan Peta Bidang Normalisasi Kali Ciliwung
Dalam sosialisasi yang digelar Pemkot Jakarta Selatan, banyak warga Bukit Duri mengeluhkan peta bidang untuk normalisasi Kali Ciliwung.
WARTA KOTA, TEBET-Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan sosialisasi kepada RW 12, Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (12/5/2017).
Dalam sosialisasi itu, banyak warga yang mengeluhkan peta bidang untuk normalisasi Kali Ciliwung.
Pemkot Jakarta Selatan bersama dengan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Sekitar 110 warga hadir lam sosialisasi tersebut.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Jaksek Fredy Setiawan berserta Jajarannya, Perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane, Dinas Perumahan dan Gedung Pemprov DKI Jakarta, Dinas Sumber Daya Air DKI Jakarta, Kapolsek Tebet dan Danramil Tebet.
"Pada kegiatan sosialisasi Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane menyampaikan Normalisasi Kali Ciliwung bertujuan untuk mengembalikan kondisi lebar penampang basah Sungai Ciliwung menjadi kondisi normal, yaitu 35- 50 meter, perkuatan tebing, pembangunan tanggul, jalan inspeksi dengan lebar 6 - 8 meter di sepanjang sisi Kali Ciliwung," kata Fredy, Sabtu (13/5/2017).
Dalam kegiatan sosialisasi, katadia, warga Bukit Suri melakukan tanya jawab.
Masyarakat berharap dapat tersedianya lapangan pekerjaan, lokasi Rumah Susun yang terjangkau dan meminta Rumah Susun Pasar Rumput.
"Normalisasi ini dimaksudkan untuk menanggulangi masalah banjir yang sering terjadi di DKI Jakarta khususnya di Wilayah Bukit Duri. Utamanya wilayah Kelurahan Bukit Duri yang akan di normalisasi dari Jembatan Tongtek Hingga SMA N 8," tuturnya.
Fredy menyampaikan bahwa menanggapi rencana normalisasi Sungai Ciliwung yang disampaikan oleh BBWS CC, sudah dilakukan indentifikasi masyarakat yang terdampak serta dilakukan sosialisasi berdasar pada peta dari BBWS CC.
"Dari Hasil diskusi disepakati beberapa hal diantaranya agar disampaikan pada BPN untuk memperbaiki peta bidang . Sosialisasi kepada masyarakat terdampak sebaiknya tidak menggunakan peta bidang dari BPN melainkan menggunakan peta trase dari Dinas CKTRP," tuturnya.
"Saat ini kita telah menyiapkan Rusun Marunda untuk proses relokasi dikarenakan Rusun Pasar Rumput masih dalam tahap pembangunan," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sosialisasi-bukit-duri_20170513_135511.jpg)