Korea Utara Tuding CIA Ingin Bunuh Kim Jong Un, Fidel Castro Malah Pernah 638 Kali Ingin Dihabisi

Korea Utara menuduh Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) mencoba membunuh pemimpin mereka, Kim Jong-un, menggunakan senjata biokimia.

telegraph.co.uk
Fidel Castro 

WARTA KOTA, SEOUL - Korea Utara menuduh Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) mencoba  membunuh pemimpin mereka, Kim Jong-un, menggunakan senjata biokimia.

Kementerian Keamanan Korea Utara mengeluarkan pernyataan yang mengklaim CIA ada di belakang rencana pembunuhan tersebut, dengan menyuap warga Korea Utara, bernama Kim, untuk melaksanakan tugas membunuh Kim Jong Un.

Tuduhan keterlibatan CIA dalam pembunuhan pemimpin dunia bukan baru kali ini saja terjadi. Sejak 1945, badan intelijen yang bermarkas di Langley itu berhasil melakukan serangkaian pembunuhan sejumlah pemimpin negara.

Fidel Castro, pemimpin legendaris Kuba yang meninggal dunia pada 25 November 2016, adalah salah satunya.

Selama separuh abad, Castro menjadi incaran CIA dengan ratusan percobaan pembunuhan. Namun, semuanya gagal, sampai akhirnya Castro meninggal secara alami.

Upaya pembunuhan terhadap Fidel Castro yang sangat terkenal adalah menyusupkan bahan peledak ke dalam cerutunya, seperti dilansir BBC pada 29 November 2016.

Menurut mantan pengawalnya yang menulis buku dan film dokumenter di televisi, proyek-proyek aneh dibuat untuk membunuh sang pemimpin, antara lain kerang yang bisa diledakkan, baju selam beracun, hingga pil berracun yang tersembunyi di krim wajah.

Berdasarkan pengakuan mantan diplomat Amerika Serikat di Havana, Wayne Smith, CIA dan para pelarian politik Kuba menghabiskan waktu hampir setengah abad berkomplot untuk membunuh pemimpin negara yang menciptakan dampak terhadap AS bagaikan 'bulan purnama terhadap manusia serigala.'

"Andai kata percobaan pembunuhan adalah pertandingan di Olimpiade, saya bakal dapat medali emas," kata Fidel Castro suatu ketika.

Namun, sebagian besar dari ide-ide pembunuhan itu tidak pernah dilaksanakan, kata mantan pengawalnya, Fabian Escalante.

Dokumen yang dirilis saat pemerintahan Presiden Bill Clinton menunjukkan bahwa CIA pernah sampai meneliti kerang-kerang di Karibia.

Rencananya adalah memasukkan bahan peledak ke dalam kerang laut, yang akan meledak saat Castro dan seorang penyelam andal, mengangkatnya.

Gagasan lain yang terkait dengan penyelaman ini adalah membuat pakaian selam yang terinfeksi jamur, yang akan membuat tubuh melemah. Namun, kedua rencana ini dibatalkan.

Beberapa dasawarsa sebelumnya, tahun 1975, Komisi Gereja Senat AS mengungkapkan rincian dari sedikitnya delapan upaya pembunuhan menggunakan perangkat yang pada masanya dipandang 'membangkitkan imajinasi.'

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved