Underpass Tambun Diresmikan Pekan Depan
Rencananya pada Rabu (10/5) mendatang, proyek senilai Rp 103 miliar itu akan diresmikan.
Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
WARTA KOTA, BEKASI -- Proyek pembangunan underpass Tambun, Kabupaten Bekasi akhirnya rampung. Rencananya pada Rabu (10/5) mendatang, proyek senilai Rp 103 miliar itu akan diresmikan.
"Rencananya akan diresmikan oleh Kementerian Perhubungan yang membangun underpass tersebut. Setelah itu, langsung bisa dioperasikan," ujar Kepala Bidang Prasarana Wilayah pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bekasi, E.Y. Taufik pada Jumat (5/5).
Underpass Tambun dibangun oleh pemerintah pusat sejak Agustus 2014 lalu.
Pembangunannya sempat terhenti selama setahun pada 2015 karena terkendala persoalan lelang dengan pihak ketiga.
Untuk mendukung pengerjaan itu, Pemerintah Kabupaten Bekasi mengucurkan uang Rp 40 miliar untuk pembebasan lahan seluas 1,2 hektar sebagai penunjang pembangunan underpass.
"Lahan yang dibebaskan milik warga setempat dan sudah dibayar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi 2014," kata Taufik.
Menurut Taufik, underpass Tambun memiliki dimensi lebar mencapai 32 meter yang terdiri dari dua jalur dengan empat lajur.
Panjang masing-masing jalur adalah 200 meter dengan rel kereta api yang berada di atasnya.
"Pembangunan underpass ini program dari pemerintah pusat atas usulan dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan masalah kemacetan yang terjadi di wilayah Tambun-Cibitung," ungkapnya.
Dia menambahkan, pembangunan underpass ini bertujuan untuk mengurai kemacetan di beberapa titik sepanjang Jalan Sultan Hasanudin, Tambun hingga Cibitung. Terlebih bila jalur jalan ditutup karena kereta api hendak melintas.
"Makanya pemerintah daerah mengusulkan agar dibuatkan underpass. Alhamdulillah sekarang selesai dan kami berharap bisa memecah kemacetan di Tambun dan Cibitung," jelasnya.
Anggota Komisi III (DPRD) Kabupaten Bekasi, Taih Minarno mengungkapkan, pembangunan underpass Tambun merupakan hal yang mendesak.
Di sana, kata dia, kerap terjadi kemacetan karena terdapat titik kumpul masyarakat seperti pasar dan stasiun.
"Apalagi sebelum ada underpass, jalan suka ditutup karena kereta mau melintas. Sekarang kereta ada di atas dan kendaraan mobil serta motor bisa bebas melintas di bawahnya," kata Taih. (faf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/20170505underpass-tambun-diresmikan-pekan-depan_20170505_151342.jpg)