Breaking News:

Kolom Yaksa Agus

Kenapa Disebut Hari Raya Seni Rupa?

Tidak hanya FKY selalu di gelar Bulan Juni-Juli , tetapi Biennale Yogya Pertama kali di gelar juga pada bulan Juni-Juli, tepatnya di tahun 1988.

Kenapa Disebut Hari Raya Seni Rupa?
ist
Salah satu pelukis wanita di Yogyakarta, Tini Jameen berpose bersama hasil karyanya.

Oleh: Yaksa Agus (Seniman)

BULAN penuh berkah artistik ini disebut menjadi Hari Raya Seni Rupa. Dan kejadian luar biasa ini hanya terjadi di Yogyakarta saja.

Ketika Festival Kesenian Yogyakarta ( FKY ) secara rutin digelar setiap 7 Juni - 7 Juli dan tepatnya di mulai sejak 1989. Akhirnya bulan Juni - Juli ini menjadi bulan pesta pora dan panennya para seniman seni rupa.

Tidak hanya FKY selalu di gelar Bulan Juni-Juli , tetapi Biennale Yogya Pertama kali di gelar juga pada bulan Juni-Juli, tepatnya di tahun 1988.

Pesta Seni Rupa sesungguhnya sebelum FKY atau Biennale terjadi di bulan tersebut, tetapi sebelumnya adalah ISI Yogyakarta selalu menggelar Pameran Dies Natalis dan Lustrum di mulai tanggal 31 Mei . Pameran Hari Jadi ISI Yogyakarta sejak tahun 70an selalu di gelar di Pusat Kota, seperti Galeri Sono Budoyo atsu Galeri Seni Sono .

Dan secara tak sengaja Bulan Mei - Juni - Juli memang dipilih karena bulan bulan tersebut adalah Bulan Liburan Sekolah paska ujian/ kenaikan kelas.

Hingga pada tahun 2008 , Digelarlah JAF; Jogja Art Fair berbarengan dengan FKY kala itu. Yang selanjutnya JAF ditahun berikutnya berubah nama menjadi ARTJOG seperti yang kita kenal hari ini.

ARTJOG mempunyai daya pikat luar biasa, yang semakin menguatkan bahwa Bulan Mei-Juni-Juli menjadi layak disebut Hari Raya Seni Rupa.

Pameran-pameran di galeri-galeri yang ada di Yogya juga dipenuhi Jadwal Pameran di bulan Sakral ini. Tak ketinggalan Pameran BAKABA akhirnya juga digelar Komunitas Sakato selanjutnya juga memilih waktu yang hampir bersamaan. Disambung Yogya Annual Art ( YAA ) juga turut memperkuat bahwa bulan Sakral yang penuh Berkah Keindahan ini menjadi tampak syah di sebut Hari Raya Seni Rupa.

Pada akhirnya, tampak di amini publik luas, bulan-bulan tersebut diatas menjadi Bulan yang menarik bagi Publik di luar kota atau luar negara terasa wajib turut terasa wajib hadir nonton pameran, kunjungan ke studio seniman hingga belanja karya-karya seni di Yogyakarta.

Halaman
123
Editor: Achmad Subechi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved