Travel

Komodo Jalannya Lambat dan Makan Sekali dalam Dua Bulan, Tapi Pariwisatanya Melesat

Seekor komodo di pintu masuk Loh Buaya, Pulau Rinca, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tiba-tiba menegakkan leher dan kepalanya.

Komodo Jalannya Lambat dan Makan Sekali dalam Dua Bulan, Tapi Pariwisatanya Melesat
TWITTER/@VALEYELLOW46
Pebalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi mengunggah foto liburannya di Taman Nasional Komodo, NTT. 

"Pertumbuhan dive center asing memang sangat pesat di Labuan Bajo. Dulu saat pertama kali datang dan membuka dive center tahun 2009, hanya ada lima dive center, semuanya dikelola oleh warga negara asing. Kini, ada sekitar 45-50 dive center dan memang mayoritas dikelola oleh warga negara asing," tambah Kathrin yang warga Jerman itu.

Namun, Kathrin, Kadinas Theodorus, dan Valentino mengakui karena peran operator selam asing maka kunjungan turis asing ke Labuan Bajo untuk wisata komodo meningkat pesat.

"Mungkin karena dive center asing mampu menjual, mampu promosi, mereka memiliki pasar di Eropa dan Amerika serta Australia, serta dipercaya oleh turis asing sehingga mereka membanjiri Labuan Bajo," kata Theodorus, Kadinas Pariwisata Manggarai Barat.

Namun, kehadiran "dive center" juga mengancam tur operator lokal.

"Jika dive center asing hanya melayani trip penyelaman itu sudah benar, tapi hampir semua dive center asing juga melayani trip wisata ke Pulau Padar dan Komodo, yang merupakan lahan bisnis tur operator lokal," ungkap Valentino.

Dengan investasi besar, katanya, dive center asing menawari turis dengan paket live on board atau hidup di atas kapal selama beberapa hari dengan kegiatan penyelaman di sekitar Kepulauan Komodo dan Pulau Rinca.

"Kemudian melihat keindahan Pulau Padar dan melihat reptil komodo," ungkap Valentino.

Kehadiran dive center asing memang mendatangkan banyak turis asing, mendatangkan rezeki bagi bisnis pendukung pariwisata komodo, seperti operator tur, wisata kuliner, hotel dan penginapan, serta pemandu penyelaman.

Akan tetapi, jangan mereka mengambil bisnis yang dilakoni oleh operator lokal.

"Jika tidak diatur maka pertumbuhan pariwisata komodo kurang banyak memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal," kata Valentino.  (Antara)

Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved