Travel

Komodo Jalannya Lambat dan Makan Sekali dalam Dua Bulan, Tapi Pariwisatanya Melesat

Seekor komodo di pintu masuk Loh Buaya, Pulau Rinca, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tiba-tiba menegakkan leher dan kepalanya.

Komodo Jalannya Lambat dan Makan Sekali dalam Dua Bulan, Tapi Pariwisatanya Melesat
TWITTER/@VALEYELLOW46
Pebalap MotoGP asal Italia, Valentino Rossi mengunggah foto liburannya di Taman Nasional Komodo, NTT. 

WARTA KOTA, JAKARTA - Seekor komodo di pintu masuk Loh Buaya, Pulau Rinca, Provinsi Nusa Tenggara Timur, tiba-tiba menegakkan leher dan kepalanya.

Ia kemudian berjalan dengan pelan-pelan, sekali-kali menjulurkan lidahnya, menuju sebuah parit untuk minum.

Usai minum, komodo itu kemudian menegakkan lehernya.

Kesempatan itu dimanfaatkan para turis asing untuk mengabadikannya.

Mereka berfoto dekat dengan komodo yang sedang menegakkan leher dan kepalanya.

"Komodo memang berjalan sangat lambat, dan makannya bisa sekali dalam satu atau dua bulan. Hewan purba ini lebih banyak tidur," kata Anton, seorang pemandu wisata.

Istilah keren untuk para pemandu wisata komodo di Pulau Rinca, adalah "Ranger".

Rinca adalah salah satu pulau di Flores bagian barat, Nusa Tenggara Timur, di mana bisa ditemui satwa jenis reptil yang hidup di zaman Dinosaurus itu.

Komodo memang berjalan lambat, namun pariwisata komodo belakangan ini bergerak sangat pesat.

Kunjungan turis ke Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, sebagai pintu masuk destinasi wisata komodo dan Pulau Padar, mengalami pertumbuhan cepat.

Halaman
1234
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved