Breaking News:

Juru Bicara: Apa Salah HTI?

Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto, mempertanyakan niat pemerintah membubarkan organisasinya.

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Juru Bicara: Apa Salah HTI?
ISTIMEWA

WARTA KOTA, PALMERAH - Juru Bicara Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) Ismail Yusanto, mempertanyakan niat pemerintah membubarkan organisasinya.

Sebab, kata dia, HTI adalah lembaga dakwah yang berbadan hukum, yang hanya berniat menyiarkan ajaran Islam.

"Soal pembubaran HTI, apa salah HTI? HTI adalah kelompok dakwah legal berbadan hukum perkumpulan, yang semata menyampaikan ajaran Islam. Tidak ada yang disampaikan oleh HTI selain Islam, entah itu syariah, khilafah," ujarnya saat dihubungi.

Niat pemerintah untuk membubarkan HTI, salah satunya sudah dikatakan oleh Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto.

Kata dia, pembahasan soal pembubaran HTI dan organisasi yang diduga tidak pro Pancasila lain, tengah dilakukan di Kementerian Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Kemenkopolhukam).

Sementara, Menkopolhukam Wiranto menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam atas adanya organisasi-organisasi yang berniat meruntuhkan ideologi Pancasila.

Ia tidak menyebut secara spesifik apakah organisasi yang ia maksud termasuk HTI, namun ia menegaskan kebijakan tersebut berlaku untuk semua organisasi anti-Pancasila.

Ismail Yusanto menduga tuduhan bahwa HTI adalah organisasi yang anti-Pancasila, adalah tuduhan yang niat utamanya adalah politis. Cara-cara seperti itu kerap digunakan oleh pemerintah di era Orde Baru (Orba), untuk menekan kelompok Islam.

"Ini seperti balik ke zaman Orde Baru, di mana rezim menghambat kegiatan dakwah, menyebut kelompok Islam dengan tudingan macam-macam," katanya.

"HTI tidak pernah melakukan kejahatan, korupsi, curi uang negara, jual aset negara, dan lain-lain," sambungnya.

Ismail Yusanto mengingatkan, ada banyak kelompok yang jelas-jelas anti-Pancasila, yang sampai saat ini tidak pernah dipermasalahkan keberadaannya.

"Apakah menista Alquran itu sesuai Pancasila? Apakah melindungi penista Alquran itu sesuai dengan Pancasila? Apakah korupsi sesuai dengan Pancasila? Apakah melindungi koruptor sesuai dengan Pancasila? Apakah menjual aset negara sesuai dengan Pancasila," paparnya.

"Kenapa selalu kepada kelompok Islam tudingan anti-Pancasila itu dialamatkan, ada apa ini?" imbuhnya. (*)

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved