Pilkada Jabar

Partai Gerindra Sebut Ridwan Kamil Anak Nakal Seperti Ahok

Partai Gerindra tidak akan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018.

Partai Gerindra Sebut Ridwan Kamil Anak Nakal Seperti Ahok
Kompas.com
Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh duduk berdampingan dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, dalam deklarasi Ridwan Kamil menuju Pilgub Jabar 2018, Minggu (19/3/2017). 

WARTA KOTA, SENAYAN - Partai Gerindra tidak akan mengusung Wali Kota Bandung Ridwan Kamil di Pilkada Jawa Barat 2018.

Padahal, partai yang dipimpin Prabowo Subianto tersebut menjadi pengusung Ridwan Kamil saat Pilwakot Bandung. 

Baca: RK Kembali Bikin Heboh, Pasang Foto Ngaku Usai Shooting Drama Korea, Netizen: Kim Tan Banget

"Itu kan masalahnya, dia yang bermasalah. Silakan cek ke semua. Gerindra amat sangat baik ke RK (Ridwan Kamil), kami tidak pernah menganggu, merongrong RK. Jadi sangat aneh dia meninggalkan Gerindra," kata Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (26/4/2017). 

Baca: Ridwan Kamil Bingung Cari Duit Buat Pilkada Jabar

"Insya Allah Gerindra ada kader lain. Tapi kan itu kan etika yang kurang bagus. Dan sekali lagi, kami tidak pernah bermasalah dengan RK," imbuhnya. 

Baca: Istri Ridwan Kamil Disebut Potensial Pimpin Bandung, Ini Tanggapannya

Menurut Sodik, Ridwan Kamil menunjukkan pola yang tidak baik dalam berpolitik. Ia mengungkapkan Ridwan Kamil dahulu mencari dukungan Gerindra untuk maju di Pilawakot Bandung.

Gerindra lalu menyatakan dukungannya. Namun, Ridwan Kamil tidak masuk sebagai kader Gerindra.

Gerindra, kata Sodik, juga tidak mengganggu Ridwan Kamil selama memimpin Bandung. Tetapi, lanjutnya, Ridwan meninggalkan Gerindra.

Menurut Sodik, sikap yang ditunjukkan Ridwan Kamil seperti Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sodik pun mengibaratkan Ridwan Kamil sebagai anak nakal.

"Anak nakal ya kira-kira gitu. Saya kira semua lah, toh, Ahok kan kembali (ke partai). Ketika dia percaya diri independen, toh ke partai juga."

"Pelajaran buat semua, bukan untuk Gerindra saja. Memang ada jalur independen. Tapi kalau mau independen dari awal dong. Jangan orang membangun 'independen' hanya untuk tawar menawar dengan parpol," kritik Wakil Ketua Komisi VIII DPR. (*)

Penulis:
Editor: Yaspen Martinus
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved