VIDEO: TPU Tanah Kusir Sering Kebanjiran Akan Diuruk
Saya khawatir kalau nanti (setelah diuruk) dihitungnya makam cuma dua (orangtua), padahal ada tiga (anaknya)
WARTA KOTA, JAKARTA Rencana pengurukan sebagian lahan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir yang dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta memicu keresahan warga. Para ahli waris mengaku khawatir bakal kehilangan makam kerabatnya lantaran pengurukan dilakukan menyeluruh tanpa mengangkat jenazah sebelumnya.
Keresahan itu dirasakan oleh Robin Tarigan (38) warga RT 15/08 Kebayoran Lama Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Walau setuju dengan usulan Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah tergenangnya makam, dirinya justru khawatir makam kedua anak kembarnya hilang.
Sebab, makam kedua anaknya diketahui berada di antara makam kedua orangtuanya, Purba Tarigan dan Maghdalena yang berada persis di Blad 102 Unit Kristen TPU Tanah Kusir. Sehingga, dan kedua anaknya yang meninggal ketika istrinya, Damayanti keguguran sekitar awal Februari 2017 itu masuk ke dalam data orangtuanya.
"Anak saya sudah masuk datanya di pengelola (TPU), tapi pas saya cek di online belum ada. Saya khawatir kalau nanti (setelah diuruk) dihitungnya makam cuma dua (orangtua), padahal ada tiga (anaknya)," ungkapnya bingung dalam Sosialisasi Rencana Peninggian Lahan Makam di Area Parkir TPU Tanah Kusir, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan pada Rabu (26/4).
Rasa khawatir lainnya juga disampaikan oleh Mirda (52) warga Gandaria Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Perempuan paruh baya itu mengkhawatirkan biaya perbaikan badan makam serta biaya perawatan makam suaminya, Johannes pasca pengurukan.
"Nanti kalau sudah diuruk, bagaimana makam-makamnya, nisan dan Al Kitab pasti rusak, apakah ada pengganti untuk itu semua?," tanyanya.
Mendengar sejumlah pertanyaan tersebut, Kepala Bidang Pemakaman Dinas Kehutanan Provinsi DKI Jakarta, Siti Hasni menjelaskan jika warga tidak perlu khawatir karena pihaknya telah menginvetarisir data maupun fisik makam yang berada di 18 Blad Unit Kristen dan Unit Budha TPU Tanah Kusir saat ini. Sehingga, diyakinkannya bila tidak ada satu pun makam yang hilang pasca peninggian area makam.
"Jadi bapak-ibu tidak perlu khawatir, apalagi kan sering perpanjangan ijin makam setiap tiga tahun, data ada di database kami, jadi aman. Kami juga sudah lakukan perekaman data fisik di lapangan, kita sudah ditandai lewat patok, kita juga sudah ambil gambar pakai drone, nantinya setelah diuruk, data itu akan kita cocokan dengan petak makam seperti sebelumnya, termasuk makam yang belum diperpanjang ahli waris, kami akan pertahanan aslinya," ungkapnya menjelaskan.
Sementara, mengenai biaya perbaikan makam ataupun pemasangan nisan disebutkannya seluruhnya gratis. Hanya saja, tahap awal makam hanya akan dibentuk gundukan dan diberikan nisan saja, lantaran terkendala anggaran serta upaya peninggian makam dilakukan serentak di sejumlah TPU wilayah DKI Jakarta.
"Biaya semuanya gratis, setelah makam diuruk semua, makam akan dibangun gundukan dan diberikan nisan, dan tidak boleh ada lagi bangunan makam, semua akan ditata seragam, tidak ada lagi kalimat Al Kitab atau lainnya. Kalau pemasangan rumput akan bertahap, tapi kalau mau dipasang rumput sendiri pasti dikenakan biaya lebih oleh pengurus, tapi saya anjurkan jangan, tunggu sampai rumput diberikan oleh kami, karena terbatas anggaran," jelasnya.
Lebih lanjut diungkapkannya, proses peninggian sisi utara TPU Tanah Kusir atau area yang berbatasan langsung dengan Sungai Pesanggrahan itu bertujuan untuk menanggulangi genangan yang terjadi akibat hujan ataupun limpasan Sungai Pesanggrahan. Pengurukan akan dilakukan setinggi 1,5 meter dengan luasan lahan mencapai 4,3 hektar.
"Kondisi makam sekarang berbentuk cekungan, sehingga kondisi air hujan tergenang, tidak teralirkan ke kali. Peninggian akan dilakukan hingga 1,5 meter-rata dengan jalan, kalau masih tergenang, kita akan buat saluran air di sekitar makam," jelasnya.
Proses yang akan dimulai dengan pencabutan nisan itu akan dikerjakan pada pertengahan bulan Mei 2017 mendatang dan rampung sekitar sebulan lamanya. Warga pun katanya tidak perlu khawatir, karena seluruh perkembangan pekerjaan akan diinformasikan lewat media sosial, pengurus makam dan pemberitaan atau bisa lihat website resmi Dinas Kehutanan dan Pemakaman DKI Jakarta, yakniwww.pertamananpemakaman.jakarta.go.id. (dwi)