Jalan Layang Busway Ciledug-Tendean Sampai Plawad Masih Tanda Tanya
Usul meneruskan rute jalur busway didasari rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tengah menggarap elevated busway koridor 13.
WARTA KOTA, SEMANGGI -- Kelanjutan proyek perpanjangan Jalan Layang Busway Transjakarta Ciledug-Tendean hingga ke daerah CBD Ciledug- Terminal Poris Plawad Tangerang masih mengantung.
Karena, proyek pembangunan infastruktur itu lintas provinsi.
Sehingga, perlu pemerintah pusat Republik Indonesia yang mengkordinasikan kelanjutan dari proyek tersebut.
Sebelumnya, Wali Kota Tangerang Arief Rachadiono Wismansyah mengusulkan kepada pemerintah DKI Jakarta untuk memerpanjang jalur busway Jalan Tendean-Blok M-Ciledug hingga ke Terminal Poris Plawad di Kota Tangerang.
Arief menyampaikan bahwa masalah transportasi menjadi pelik karena sekitar 30 persen mobilisasi warga Tangerang ke Jakarta turut menambah beban kepadatan lalu lintas ibu kota.
Menurut Arief, pihaknya sudah duduk bareng dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membahas usul itu.
Usul meneruskan rute jalur busway didasari rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang tengah menggarap elevated busway untuk bus Transjakarta koridor 13 rute Tendean-Ciledug.
Pertemuan dengan pejabat pemerintah Jakarta kemarin merupakan tindak lanjut pertemuan sebelumnya dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
Rapat ini membahas penanganan kepadatan lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya melalui penanganan masalah transportasi secara komprehensif dari hulu hingga hilir.
Menanggapi hal ini, Kepala Bidang Jalan dan Simpang Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo mengatakan, basic desain untuk pembangunan jalan layang bus Transjakarta menuju Ciledug sudah ada.
Namun, memang perencanaan untuk pembangunan itu ada di Bappeda DKI Jakarta.
"Basic desainnya kami sih sudah ada. Namun, kita tunggu dari pemerintah pusat (Pemda DKI)," kata Heru.
Diketahui, berdasarkan basic desain pembangunan jarak dari jalan layang Ciledug-Tendean ke CBD Ciledug sekitar 5 kilometer.
Sedangkan dari CBD Ciledug ke Poris Plawad sekitar 9 kilometer. Kepala Seksi Pembangunan Jalan Tak Sebidang Dinas Bina Marga DKI, Imam A Nugraha mengatakan pembangunan itu menunggu persetujuan Pemerintah Pusat.
"Yang paling bisa teralisasi adalah dari Tendean-Ciledug ke CBD," kata Imam.
"Ini kan lintas Provinsi kami menunggu persetujuan dari Pemerintah Pusat. Anggaran kami belum tahu dari mana ? Apakah Pemprov DKI boleh membangun di luar Jakarta. Jadi, pemerintah pusat harus mengoordinasikan tahapan-tahapan tersebut," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/layang_20170106_190619.jpg)