Sidang Ahok

Polisi Kerahkan Ribuan Pasukan Jaga Sidang Ahok

Polisi akan mengerahkan ribuan pasukan untuk menjaga sidang dugaan penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama di PN Jakarta Utara, Selasa.

Joko Supriyanto
Ilustrasi : Di depan kawat berduri, aparat kepolisian terpantau bersiaga baik di dalam kompleks Kementan maupun di Jalan RM Harsono, Selasa (31/1/2017). 

Rencananya, Ahok yang akan membuat dan membacakan pleidoinya sendiri.

"Untuk pleidoi Ahok, dia yang buat sendiri (pleidoinya)," kata anggota tim advokasi Bhinneka Tunggal Ika-BTP atau tim kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudirta, saat dihubungi wartawan, Senin (24/4).

Selain itu, tim kuasa hukum juga ikut membantu menyusun dan menyempurnakan pleidoi Ahok.

Sedianya pleidoi sudah dibacakan pada 17 April lalu.

Hanya saja, jaksa belum siap menyusun materi tuntutan kepada Ahok.

Akibatnya, berdampak pada penundaan agenda persidangan lainnya.

"Kami sudah berhari-hari begadang, rata-rata sampai jam 03.00 pagi. Istirahat, kemudian jam 08.00 pagi mulai kerja lagi, sudah lama seperti itu," kata Wayan.

Sebelumnya, JPU sidang kasus dugaan penodaan agama menyatakan terdakwa Ahok bersalah.

Jaksa menuntut Ahok dengan hukuman pidana 1 tahun penjara dengan masa percobaan 2 tahun.

Tuntutan dibacakan dalam sidang ke-20 yang digelar Pengadilan Negeri Jakarta Utara di auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan.

"Perbuatan saudara secara sah dan meyakinkan telah memenuhi unsur 156 KUHP, oleh karena itu terdakwa harus dijatuhi pidana 1 tahun penjara dengan masa percobaan dua tahun," kata JPU Ali Mukartono di hadapan majelis hakim, Kamis siang.

Jika vonis hakim sama dengan tuntutan jaksa, maka Ahok tak perlu dipenjara, kecuali .... (kur/ajg/Kompas.com)

Berita selengkapnya, baca harian Warta Kota edisi Selasa, 25 April 2017

Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved