Rabu, 8 April 2026

Sidik Jari Hilang, Polisi Sulit Lacak Identitas Mayat Pria Bertato Mawar di Koja

Polisi kesulitan melacak identitas pria bertato mawar yang jadi korban pembunuhan. Sidik jari korban sudah rusak, sehingga tak mungkin lagi dipindai.

WARTA KOJA, JAKARTA - Polisi kesulitan melacak identitas pria bertato mawar yang jadi korban pembunuhan. Sidik jari korban sudah rusak, sehingga tak mungkin lagi dipindai.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Nasriadi mengatakan, sidik jari hilang lantaran kulit korban terkelupas.

"Diperkirakan sudah lima hari tewas dan berada di air dalam waktu yang lama, makanya kulitnya sudah terkelupas," kata Nasriadi ketika dihubungi Wartakotalive.com, Senin (24/4/2017) pagi.

Akibatnya, pencarian identitas korban lewat pemindaian sidik jari tak memungkinkan lagi. Saat ini, kata Nasriadi, pihaknya bergantung pada pengakuan orang yang anggota keluarganya menghilang.

"Sejauh ini belum ada yang melapor untuk dicocokkan," ujar Nasriadi.

Sebelumnya, jenazah pria bertato mawar ditemukan tersangkut di saringan sampah Kali Sunter di ruas Jalan Inspeksi Kali Sunter, Koja, Jakarta Utara, Sabtu (22/4/2017) pagi.

Korban diperkirakan berusia 40 tahun dan tak dikhitan. Korban memiliki ciri-ciri tinggi sekitar 170 sentimeter, berkulit putih, dan hidung pesek. (*)

Sumber: WartaKota
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved